Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Longsor Timpa Pabrik Air Minum dalam Kemasan di Sumedang

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Tanah longsor di Desa Cigendel Kecamatan Pamulihan Sumedang menghancurkan gudang produksi air minum kemasan milik CV Sumber Berkat Anugrah, menyebabkan satu pegawai terluka. BPBD Sumedang menurunkan tim gabungan untuk menangani bencana.

Longsor Timpa Pabrik Air Minum dalam Kemasan di Sumedang

Longsor di Pamulihan Sumedang Hancurkan Gudang Air Minum, Satu Korban Luka

Pada malam Minggu (18/1) hingga dini hari Senin (19/1) 2026, wilayah Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang dilanda serangkaian bencana tanah longsor yang menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas produksi. Bangunan gudang dan tempat produksi air minum kemasan milik CV Sumber Berkat Anugrah hampir rata dengan tanah setelah tertimpa material longsoran setinggi sekitar 25 meter dan lebar 20 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengkonfirmasi bahwa longsor terjadi dalam tiga gelombang berturut-turut. Gelombang pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, diikuti dua longsoran kecil yang menyebabkan kerusakan ringan di area sekitar perusahaan. Namun, gelombang ketiga berupa longsoran besar yang akhirnya menimpa bangunan produksi.

"Longsor pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, kemudian disusul longsoran kecil berikutnya, hingga akhirnya terjadi longsoran besar pada pukul 01.00 WIB," ujar Bambang saat meninjau lokasi kejadian, Senin (19/1).

Satu pegawai perusahaan berada di dalam area bangunan saat longsor ketiga terjadi. Korban semula berupaya menyelamatkan barang-barang setelah dua gelombang longsoran kecil, tetapi tidak sempat lolos saat bangunan langsung ambruk. Alhamdulillah, korban selamat dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat dalam kondisi stabil.

Faktor Pemicu Bencana Longsor

Setelah melakukan asesmen sementara dan pemetaan menggunakan drone di lokasi kejadian, petugas BPBD mengidentifikasi dua faktor utama yang diduga menjadi pemicu longsor:

Menurut analisis awal, air hujan deras dapat membuat lapisan tanah menjadi jenuh dan kehilangan daya tahan, sementara saluran irigasi yang beroperasi di atas bukit kemungkinan menambah beban air yang menekan lapisan tanah di bawahnya, mempercepat terjadinya longsor.

Penanganan Bencana oleh Tim Gabungan

Untuk menangani bencana ini, BPBD Sumedang telah mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari perangkat BPBD, TNI, Polri, serta Brimob Polda Jawa Barat. Satu unit alat berat jenis ekskavator juga didistribusikan ke lokasi untuk membersihkan material longsoran yang menutup area sekitar bangunan.

Selain itu, petugas telah memasang garis polisi di area dalam perusahaan sebagai langkah pengamanan guna mengantisipasi potensi longsor susulan. Menurut Bambang, aktivitas produksi dan operasional perusahaan dihentikan sementara hingga kondisi lokasi dinyatakan aman oleh tim penilai ahli.

Hingga saat artikel ini diterbitkan, tim penilai masih melakukan pemetaan dan asesmen risiko longsor susulan di area sekitar lokasi bencana. Pihak BPBD juga telah menghubungi keluarga korban untuk memberikan bantuan dan dukungan selama masa pemulihan.

Terakhir diperbarui: Selasa, 20 Januari 2026 - 05:49 WIB