Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Longsor Terjang Jatigede Sumedang, Warung Ambruk

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Peristiwa longsor di kawasan wisata Waduk Jatigede, Sumedang, pada Jumat (6/2) menghancurkan dua warung dan satu gudang milik warga Ujang Suhendi, dengan kerugian total sekitar Rp45 juta. Tanda-tanda longsor terlihat dua hari sebelum kejadian, namun tidak ada korban jiwa.

Longsor Terjang Jatigede Sumedang, Warung Ambruk

Mengawali hari Jumat (6 Februari 2026), kawasan wisata Waduk Jatigede di Dusun Ciranggem, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Sumedang, diguncang oleh peristiwa longsor yang mengganggu aktivitas warga sekitar. Kejadian ini tidak hanya merusak properti milik warga setempat, tetapi juga menimbulkan kerugian signifikan bagi usaha kecil yang beroperasi di area tersebut.

Konteks Kejadian Longsor di Waduk Jatigede

Berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, longsoran tanah yang terjadi memiliki skala cukup besar: panjang sekitar 50 meter, lebar 30 meter, dan tinggi 35 meter, dengan area pergerakan tanah mencapai seluas 80 meter. Lokasi kejadian yang berada di dekat pesisir Waduk Jatigede—objek wisata populer di Sumedang—menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas tanah di daerah tersebut, meskipun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak geologi tentang penyebab pasti longsor.

Tanda-tanda Longsor yang Terlihat Dua Hari Sebelumnya

Pemilik warung yang terdampak, Ujang Suhendi, mengungkapkan bahwa tanda-tanda longsor sudah terlihat dua hari sebelum kejadian terjadi. Pada pukul 05.00 WIB dua hari sebelum longsor, ia pertama kali melihat retakan tanah di bagian timur lokasi warungnya.

"Awalnya sedikit-sedikit, semakin lama semakin membesar. Saya lihat ke sebelah timur, kok ada pergerakan tanah," ujar Ujang pada Sabtu (7/2).

Meskipun melihat tanda-tanda ini, Ujang tidak menyangka bahwa pergerakan tanah akan berkembang menjadi longsor yang menghancurkan propertinya. Untungnya, saat kejadian terjadi, Ujang sudah berada di luar bangunan sehingga tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini.

Dampak Kerugian Materi dan Kondisi Setelah Kejadian

Longsor ini menghancurkan dua bangunan warung dan satu gudang milik Ujang. Salah satu warung bahkan hancur terseret longsor hingga ke permukaan pesisir waduk. Berbagai barang berharga yang ada di dalam bangunan tidak dapat diselamatkan, antara lain:

Total kerugian materi yang dialami Ujang mencapai sekitar Rp45 juta, mencakup dua bangunan beserta semua isinya. Satu bangunan warung di bagian barat masih dapat diselamatkan, meskipun mengalami kerusakan ringan.

Pasca kejadian, Ujang bersama keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman di bagian atas permukiman. Ia dan keluarganya harus meninggalkan area yang terkena longsor untuk menghindari risiko pergerakan tanah kembali.

Harapan Warga Setelah Musibah

Meskipun mengaku ikhlas menerima musibah ini sebagai cobaan, Ujang tetap memiliki harapan untuk mendapatkan bantuan dari pihak terkait. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran sekaligus pengingat bagi dirinya dan warga sekitar.

"Dengan kejadian ini mudah-mudahan sebagai peringatan buat saya. Kalau ada pihak-pihak yang bisa membantu ya alhamdulillah. Walaupun tidak ya tidak apa-apa. Ini sudah musibah, cobaan mungkin buat saya," tuturnya.

Ujang juga menekankan pentingnya waspada terhadap tanda-tanda longsor, terutama di daerah dekat waduk yang memiliki risiko stabilitas tanah yang lebih tinggi. Ia berharap warga sekitar dapat lebih memperhatikan perubahan lingkungan sekitar untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Kejadian longsor di Waduk Jatigede ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya pemantauan tanah di daerah rawan longsor, terutama di sekitar area waduk yang seringkali mengalami perubahan tingkat air yang dapat mempengaruhi stabilitas tanah. Pihak terkait diharapkan dapat melakukan pengecekan lebih lanjut di area tersebut untuk mencegah risiko longsor kembali dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.