Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Liga Jabar Istimewa 2026: Talent Scouting Pemain Muda Kota Bandung

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Bandung 2026 berperan sebagai ajang talent scouting pemain muda, dengan program pembinaan jangka panjang untuk melahirkan regenerasi pemain Persib berkualitas.

Liga Jabar Istimewa 2026: Talent Scouting Pemain Muda Kota Bandung

Penutupan Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Bandung 2026 menjadi momen krusial bagi pengembangan sepak bola usia dini di Kota Bandung, Jawa Barat. Selain berfungsi sebagai ajang kompetisi antar klub dan pemain muda, turnamen ini juga dijadikan sarana utama untuk melakukan talent scouting guna menemukan bakat-bakat potensial masa depan sepak bola tanah air.

Peran Talent Scouting dalam Turnamen

Ketua Panitia Pelaksana Liga Jabar Istimewa, Laga Sudarmaji, mengungkapkan bahwa turnamen ini berhasil menjaring sejumlah talenta potensial dari berbagai kelompok usia. Beberapa langkah strategis yang diambil panitia meliputi:

Laga menambahkan, enam tim terbaik dalam Piala Wali Kota Bandung 2026 akan berhak melaju ke tingkat regional. Sementara itu, untuk kelompok usia 12 tahun, tim yang berhasil terpilih akan mengikuti kompetisi nasional di Jakarta. Jika meraih juara di tingkat nasional, tim ini akan memiliki kesempatan tampil di turnamen internasional di Jepang.

"Sebelumnya, tim usia 10 dan 12 tahun asal Kota Bandung sudah pernah meraih gelar juara saat mengikuti turnamen di Malaysia," jelas Laga.

Ia juga menegaskan bahwa apart dari kompetisi, turnamen ini dirancang untuk memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda dalam mengembangkan keterampilan teknis dan mental mereka.

Visi Pembinaan Jangka Panjang dari Pemerintah Kota

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, hadir dalam acara penutupan dan menyampaikan arahan penting bagi pengembangan sepak bola usia dini di kota ini. Ia menekankan bahwa pembinaan jangka panjang adalah kunci untuk melahirkan generasi baru pemain Persib yang berkualitas.

"Catat tanggal 17 Mei 2026 ini. Sepuluh tahun lagi dari tempat ini harus lahir pemain-pemain Persib," tegas Farhan.

Farhan juga mengingatkan para pemain muda untuk tidak terburu-buru mengejar hasil instan, melainkan fokus menjalani proses latihan dengan baik dan benar. Ia menambahkan bahwa usia anak-anak hingga 18 tahun adalah masa krusial untuk pembentukan teknik dasar dan kekuatan fisik yang kokoh. Selain itu, ia menegaskan pentingnya sistem pendidikan dan pelatihan (diklat) yang terstruktur dalam pembinaan sepak bola usia dini. Ia merujuk pada kejayaan Persib di masa lalu yang lahir dari sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan.

"Diklat adalah kunci. Latihan yang baik dan benar akan menentukan masa depan pemain,", terangnya.

Dukungan Beragam Pihak

Dalam acara penutupan, Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan sepak bola usia dini di Kota Bandung, antara lain:

Ia berharap bahwa dukungan dari seluruh pihak ini akan terus berlanjut dan diperkuat di masa depan, guna memastikan bahwa Kota Bandung tetap menjadi pusat pengembangan sepak bola muda di Jawa Barat.

Program Pembinaan Lanjutan untuk Talenta Terpilih

Sebagai kelanjutan dari talent scouting yang dilakukan selama turnamen, panitia dan pemerintah kota berencana untuk memperkuat program diklat bagi pemain usia 8 hingga 13 tahun. Program ini akan fokus pada pengembangan teknik dasar, kekuatan fisik, dan mentalitas pemain. Pemain-pemain terbaik yang terpilih dari program ini akan diseleksi lebih lanjut dan dipersiapkan untuk memasuki jenjang pembinaan tim muda Persib. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memastikan bahwa Kota Bandung terus memiliki regenerasi pemain berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan tim senior di masa depan. Laga menambahkan bahwa program ini juga akan dilengkapi dengan akses ke fasilitas latihan yang lebih baik dan dukungan dari pelatih profesional, guna memaksimalkan potensi setiap pemain muda.

Dengan adanya Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Bandung 2026, diharapkan bahwa Kota Bandung dapat terus menghasilkan bakat-bakat sepak bola muda yang berkualitas, yang pada akhirnya akan membawa kejayaan bagi Persib dan sepak bola Indonesia. Turnamen ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang investasi dalam masa depan sepak bola tanah air.