Libur Lebaran 2026: Sampah Bandung Naik 20% Akibat Musim Kemarau Dini
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengkonfirmasi kenaikan volume sampah sebesar 20% selama libur Lebaran 2026, diperparah oleh musim kemarau dini yang menyebabkan peningkatan sampah daun kering.

Kondisi Sampah Kota Bandung Selama Libur Lebaran 2026
Pada Jumat (27 Maret 2026), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengkonfirmasi peningkatan volume sampah di ibu kota Jawa Barat sebesar lebih dari 20% selama libur Lebaran tahun ini. Menurutnya, kondisi ini diperparah oleh datangnya musim kemarau yang lebih cepat dari perkiraan, yang menyebabkan penumpukan sampah daun kering yang signifikan di berbagai sudut kota.
"Produksi timbulan sampah naik di atas 20%. Kami sedang kerja keras membersihkan sampah daun kering yang meningkat pesat karena kemarau datang lebih cepat dari dugaan," jelas Farhan.
Faktor Utama Kenaikan Volume Sampah
Dua faktor utama yang memicu peningkatan sampah ini, menurut pernyataan Farhan:
- Peningkatan kunjungan wisatawan: Selama libur Lebaran, ribuan pengunjung dari seluruh wilayah Indonesia datang ke Bandung untuk merayakan libur panjang. Hingga Rabu (25 Maret), tercatat sekitar 700 ribu pelancong telah memadati berbagai titik wisata di kota ini. Farhan memprediksi jumlah kunjungan akan mencapai 1 juta orang pada puncak libur di hari Sabtu dan Minggu berikutnya. Mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Jabodetabek dan datang sebagai rombongan keluarga yang memilih menginap di hotel atau penginapan lokal.
- Musim kemarau dini: Datangnya musim kemarau lebih awal dari perkiraan membuat dedaunan kering lebih mudah bergugur dan menumpuk di jalanan, menambah volume sampah organik yang harus ditangani oleh petugas kebersihan.
Dampak pada Sektor Pariwisata dan Perhotelan
Peningkatan kunjungan wisatawan memberikan dampak positif yang signifikan pada sektor perhotelan di Bandung. Farhan mencatat bahwa tingkat hunian hotel bintang 3 hingga 5 rata-rata mencapai lebih dari 50%, sementara hotel nonbintang mendekati angka 50%. Pada periode puncak H+2 dan H+3 Lebaran, okupansi hotel bahkan sempat menyentuh angka di atas 90%, menunjukkan antusiasme tinggi wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.
Destinasi Wisata Paling Diminati
Selama libur Lebaran 2026, lima destinasi wisata di Bandung menjadi favorit di antara wisatawan, yaitu:
- Masjid Raya Al-Jabbar
- Kiara Artha Park
- Museum Geologi
- Taman Lalu Lintas
- Saung Angklung Udjo
Setiap destinasi ini menawarkan daya tarik unik, mulai dari keindahan arsitektur, ruang publik yang nyaman, hingga pengalaman budaya yang autentik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
Langkah Penanganan yang Dilakukan Pemerintah Kota
Untuk menjaga kenyamanan wisatawan dan mengatasi masalah sampah serta ketertiban umum selama libur Lebaran, Farhan telah menginstruksikan beberapa instansi pemerintah untuk bersiaga penuh selama 24 jam, antara lain:
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH): Fokus membersihkan sampah daun kering yang menumpuk di berbagai titik kota, serta mengatur pengangkutan sampah dari area wisata yang padat.
- Dinas Perhubungan (Dishub): Menangani penertiban parkir liar di sekitar destinasi wisata utama, untuk memastikan akses jalan tetap lancar dan aman bagi wisatawan.
- Satpol PP: Menjaga keamanan dan ketertiban umum di area publik, serta membantu mengatur arus lalu lintas di titik-titik wisata yang padat.
Farhan juga menambahkan bahwa pemerintah kota telah mengidentifikasi 12 titik kumpul sampah baru yang perlu ditangani segera setelah libur Lebaran berakhir, untuk mengembalikan kondisi kota seperti semula.
Selain itu, masalah pengelolaan sampah di Bandung juga menjadi perhatian nasional belakangan ini, dengan Menteri Lingkungan Hidup meminta penghentian penggunaan insinerator di kota ini, menyatakan bahwa solusi ini tidak sehat karena dapat mencemari udara dan berdampak negatif pada kesehatan masyarakat.