Legislator Bekasi Dukung Sekolah Rintisan, Tonggak Baru Wujudkan Pendidikan Tanpa Sekat Ekonomi
Legislator Bekasi Gus Hasan dorong percepatan realisasi Sekolah Rintisan untuk anak tidak mampu, sinergi dengan program Jawa Barat dan pusat.

Komitmen Dewan Perjuangkan Akses Pendidikan bagi Anak Tidak Mampu
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa, H. Hasan Basri, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Dalam kesempatan ditemui di Kantor DPRD setempat, politisi yang akrab dipanggil Gus Hasan ini menegaskan dukungannya terhadap berbagai inisiatif Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
"Pendidikan adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama," tegas Gus Hasan.
Gus Hasan mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera merealisasikan program Sekolah Rintisan Kabupaten Bekasi yang digagas oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Iman Faturochman. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap dapat mengakses pendidikan formal yang layak dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Enam Titik Api Melalap Lahan di Kaki Gunung Guntur Garut, Kendaraan Pemadam Tidak Bisa Menjangkau
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang
Menurut Gus Hasan, pendidikan bukan sekadar biaya operasional negara, melainkan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan arah pembangunan daerah. Karena itu, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi.
"Kehadiran negara melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan," jelas legislator daerah itu.
Ia menilai bahwa keberpihakan kebijakan pendidikan merupakan bentuk nyata tanggung jawab negara kepada rakyatnya. Melalui program-program yang tepat sasaran, generasi muda dapat terbantu untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Baca Juga: Kerugian Negara Rp237 Miliar dari 445 Debitur Fiktif BTN di Karawang, Tiga Tersangka Ditahan
Sinergi Tiga Program untuk Hapus Angka Putus Sekolah
Gus Hasan optimistis bahwa kolaborasi antara Program Sekolah Rintisan Kabupaten Bekasi, Program Sekolah Maung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Program Sekolah Rakyat dari Pemerintah Pusat akan menjadi solusi komprehensif dalam menekan angka putus sekolah di wilayahnya.
"Jika program ini berjalan beriringan, saya optimistis tidak ada lagi anak di Kabupaten Bekasi yang putus sekolah karena alasan ekonomi," lanjut Gus Hasan.
Kolaborasi ketiga program tersebut diyakini mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda Kabupaten Bekasi. Masing-masing program memiliki fokus dan mekanisme berbeda namun saling melengkapi:
- Sekolah Rintisan Kabupaten Bekasi – menjangkau anak tidak mampu secara lokal
- Sekolah Maung Jawa Barat – dukungan dari tingkat provinsi
- Sekolah Rakyat Pusat – payung nasional untuk pendidikan gratis
Harapannya ke Depan
Sebagai Anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan, Gus Hasan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap kebijakan yang berpihak pada kemajuan dunia pendidikan. Ia berharap kehadiran Sekolah Rintisan Kabupaten Bekasi dapat menjadi solusi nyata dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak tidak mampu.
"Tidak ada lagi generasi muda Kabupaten Bekasi yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah hak setiap warga negara," tegas Gus Hasan.
Semoga langkah nyata ini bisa menjadi awal bagi terciptanya sistem pendidikan yang lebih inklusif dan merata di Kabupaten Bekasi.