Lebaran 2026: Sisa Hari Puasa dan Perbedaan Pemerintah-Muhammadiyah
Artikel ini menyajikan informasi sisa hari puasa Lebaran 2026, perbedaan hitungan antara Pemerintah dan Muhammadiyah serta tips persiapan mudik.

Senin, 16 Maret 2026 – Umat Islam di seluruh Indonesia tengah memasuki fase akhir bulan suci Ramadhan 1447 H, dengan banyak masyarakat yang mulai mencari informasi terbaru mengenai sisa hari puasa dan perkiraan tanggal jatuhnya Idul Fitri 1447 H. Pertanyaan mengenai urutan hari puasa hingga kapan hitung mundur Lebaran mulai menjadi fokus utama, terutama bagi yang sedang mempersiapkan mudik ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri.
Status Hari Puasa Tanggal 16 Maret 2026
Pada hari Senin, 16 Maret 2026, terdapat perbedaan hitungan hari puasa antara dua kelompok utama di Indonesia. Bagi masyarakat yang mengikuti ketetapan Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU), hari ini jatuh pada hari ke-26 puasa. Namun, bagi pengikut Muhammadiyah, hari ini sudah memasuki puasa hari ke-27. Perbedaan satu hari ini muncul akibat perbedaan metode dalam menentukan awal bulan suci Ramadhan.
Perbedaan Metode Hisab dan Rukyat
Perbedaan hitungan hari puasa ini berasal dari dua metode utama yang digunakan untuk menentukan awal bulan Ramadhan: hisab dan rukyat. Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi matematis untuk memprediksi kapan hilal (bulan sabit baru) akan muncul, sehingga menentukan awal bulan suci. Sementara itu, metode rukyat berdasarkan pengamatan langsung hilal dengan mata telanjang atau alat bantu oleh panitia pengamat bulan. Pemerintah dan NU umumnya menggunakan metode hisab dalam menetapkan kalender puasa, sedangkan Muhammadiyah lebih condong pada metode rukyat, meskipun dalam beberapa kasus juga mengintegrasikan perhitungan astronomi untuk memastikan akurasi.
Perkiraan Tanggal Idul Fitri 1447 H
Mengikuti perbedaan metode hitungan, perkiraan tanggal jatuhnya Idul Fitri 1447 H juga memiliki selisih satu hari. Kelompok yang menggunakan metode hisab (Pemerintah dan NU) memperkirakan Idul Fitri akan jatuh pada 20 Maret 2026, sedangkan kelompok Muhammadiyah memperkirakan tanggalnya pada 21 Maret 2026. Hal ini berarti hitung mundur Lebaran akan sedikit berbeda antara kedua kelompok, tergantung pada metode yang dianut.
Tips Persiapan Mudik Lebaran 2026
Bagi yang sedang mempersiapkan mudik Lebaran 2026, memantau informasi jadwal puasa dan Idul Fitri dari sumber terpercaya sangat penting untuk menghindari kesalahan jadwal. Beberapa tips yang dapat diikuti:
- Pantau jadwal imsakiyah harian dari instansi terkait atau masjid setempat
- Koordinasikan jadwal keberangkatan mudik dengan keluarga dan penyedia transportasi
- Jaga sikap toleransi terhadap perbedaan perhitungan puasa antar kelompok
- Persiapkan segala keperluan mudik dengan cukup waktu untuk menghindari tergesa-gesa
Meskipun terdapat perbedaan hitungan hari puasa antara Pemerintah dan Muhammadiyah, umat Islam di Indonesia diimbau untuk tetap menjaga sikap toleransi dan saling menghormati perbedaan. Persiapan mudik yang matang akan membuat perjalanan Lebaran lebih nyaman dan berkesan bagi seluruh keluarga.