Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kuningan Dapat Bantuan Alsintan untuk Tekan Risiko Gagal Panen

Jabar · Oleh ·

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyalurkan bantuan alat semprot elektrik dari Kementan untuk menekan risiko gagal panen akibat peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman.

Konteks Penanganan Serangan Hama di Kuningan

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah meluncurkan langkah cepat untuk menekan risiko gagal panen dengan menerima dan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Langkah ini diambil seiring peningkatan intensitas serangan hama dan penyakit tanaman di beberapa sentra produksi pangan wilayah tersebut.

Penyaluran Bantuan Alat Semprot Elektrik

Sebagai bagian dari bantuan, pemerintah daerah telah menyalurkan 50 unit hand sprayer elektrik ke 25 kelompok tani yang tersebar di 20 kecamatan di Kuningan. Setiap kelompok tani menerima dua unit alat ini, yang diharapkan dapat mempercepat proses pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di lapangan.

Pernyataan Bupati Kuningan

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah pusat kepada petani di wilayahnya. Ia menekankan bahwa:

"Negara harus hadir lebih cepat dari masalah itu sendiri. Bantuan ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada petani,"

Menurut dia, sektor pertanian saat ini tidak hanya dituntut untuk produktif, tetapi juga harus adaptif terhadap perubahan iklim dan dinamika global yang semakin kompleks. Oleh karena itu, langkah cepat seperti penyaluran alsintan dianggap penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah musim tanam 2026.

Analisis Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah menambahkan bahwa intensitas serangan hama dan penyakit tanaman saat ini telah meningkat di beberapa wilayah. Kondisi ini membutuhkan langkah yang cepat dan terukur untuk menekan potensi kehilangan hasil panen secara signifikan.

"Saat ini intensitas serangan hama cukup tinggi di beberapa wilayah. Oleh karena itu, petani harus didukung dengan sarana yang memadai agar pengendalian bisa dilakukan efektif," kata Wahyu.

Ia menjelaskan bahwa hand sprayer memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pengendalian OPT, karena mampu meningkatkan efisiensi dan ketepatan penyemprotan di lapangan. Selain itu, pihaknya juga telah memperkuat pendampingan melalui penyuluh pertanian dan mendorong penerapan pengendalian hama terpadu di tingkat petani untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Hasil Gerakan Pengendalian OPT Massif

Sebagai hasil dari upaya pengendalian OPT secara masif, sekitar 20.310 hektare lahan sawah di Kuningan telah berhasil dipanen pada akhir Maret 2026. Angka ini menunjukkan efektivitas langkah-langkah yang diambil untuk melindungi produksi pangan wilayah.

Penutup

Upaya penyaluran bantuan alsintan ini diharapkan dapat terus mendukung petani Kuningan dalam menghadapi tantangan pertanian, serta menjaga stabilitas pasokan pangan di Jawa Barat secara umum.