Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kisah Sukses UMKM Iswara Food: Bangkit dari Rumah Berkat BRI

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bangkit dari keterpurukan, Dewi Aminah sukses membangun Iswara Food, produsen bumbu dan tepung kemasan, berkat kegigihan dan dukungan program BRIncubator BRI. Kisahnya menginspirasi banyak UMKM.

Kisah Sukses UMKM Iswara Food: Bangkit dari Rumah Berkat BRI

Kisah Inspiratif Iswara Food: Bangkit dari Keterpurukan Menuju Kesuksesan Bersama BRI

Perjalanan hidup kerap diwarnai liku, namun dari setiap ujian, seringkali muncul kekuatan baru yang mengantarkan pada keberhasilan. Kisah ini tercermin dalam perjalanan Dewi Aminah, seorang perempuan asal Solo yang kini dikenal sebagai pemilik Iswara Food, produsen bumbu dan tepung bumbu kemasan yang lahir dari ketekunan dan semangat juang yang luar biasa.

Bagi Dewi, membangun Iswara Food bukan sekadar mendirikan bisnis, melainkan proses menemukan kembali jati dirinya sebagai ibu, perempuan, dan pejuang keluarga. Sebelum merintis Iswara Food, Dewi mengelola usaha batik di Pasar Klewer, menopang perekonomian keluarga sejak awal pernikahannya. "Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal mula pernikahan sampai umur anak saya ketiga. Bisnis batik itu luar biasa, cari uangnya gampang," kenang Dewi. Namun, takdir berkata lain. “Tapi kemudian semuanya habis terbakar saat kejadian kebakaran di Pasar Klewer,” ujarnya, mengisah kisah pilu yang membuatnya harus memulai hidup dari nol.

Cobaan tak berhenti sampai di sana. Pada tahun 2000, putra ketiganya lahir dengan kondisi autis dan hiperaktif. Kondisi ini mendorong Dewi untuk secara mendalam mempelajari cara menyiapkan makanan sehat yang sesuai dengan kebutuhan sang anak, meskipun ia sebelumnya tidak memiliki keahlian memasak. Dari proses belajar inilah, Dewi mulai menyelami dunia bumbu dan olahan tepung. “Awalnya saya nggak bisa masak, sampai akhirnya saya belajar dan bisa membuat bumbu-bumbu dalam kemasan ini. Tapi, saya bikin yang beda,” ungkapnya, dengan fokus mengolah tepung mokaf menjadi beragam produk inovatif seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan.

BRIncubator: Titik Balik Perjalanan Iswara Food

Perjalanan Iswara Food menemukan momentum positif ketika Dewi bergabung dalam program pelatihan BRIncubator yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN BRI Solo. Kesempatan ini membuka cakrawala baru dan meningkatkan kapasitas bisnisnya, terutama dalam strategi pemasaran dan pengembangan produk.

"Alhamdulillah, saya mendapat bimbingan dari BRI melalui program BRIncubator selama 10 hari yang membuat saya lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran yang lebih tepat sasaran lewat media sosial, membuka toko online dari HP, meningkatkan kualitas produksi dan kemasan, hingga akhirnya pada 2024 mendapat kesempatan memperkenalkan produk lebih luas melalui BRI Expo,” tutur Dewi.

Pendampingan ini tidak hanya membawa kemajuan pada bisnisnya, tetapi juga menginspirasi Dewi untuk berbagi manfaat kepada komunitas sekitar. Ia memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan, terutama mereka yang berkeinginan memulai usaha rumahan dengan modal terbatas. “Saya juga melatih ibu anak yatim dan para istri dari warga binaan agar bisa berbisnis dengan modal kecil. Mereka dibimbing membuat produk, didampingi setiap bulan, hingga melahirkan usaha baru. Bagi yang siap, bisa menjadi produsen dengan merek sendiri, termasuk saya bantu gratis pengurusan PIRT dan halal. Dari rumah pun bisa, yang penting niat—Insya Allah akan ada jalan,” imbuhnya.

Komitmen BRI dalam Mendampingi UMKM

Dalam kesempatan lain, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa BRIncubator adalah program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang diperuntukkan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN yang telah melewati proses kurasi ketat. Program ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan kapabilitas para pelaku usaha agar lebih siap bersaing di pasar yang dinamis.

BRIncubator merupakan wujud nyata dari komitmen BRI dalam mendukung UMKM untuk berkembang dan naik kelas. Pendampingan terarah dan pelatihan berkelanjutan yang diberikan memungkinkan UMKM untuk tumbuh secara bertahap namun memiliki daya saing yang kuat. "Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar,” jelas Dhanny, menegaskan visi BRI dalam memajukan sektor UMKM di Indonesia.

Iswara Food adalah bukti konkret bahwa dengan semangat pantang menyerah dan dukungan yang tepat, UMKM dapat bangkit dari keterpurukan dan meraih kesuksesan, bahkan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kisah Dewi Aminah menunjukkan bahwa kesulitan dapat diubah menjadi peluang, dan setiap tantangan adalah batu loncatan menuju pencapaian yang lebih besar.

Pelajari lebih lanjut tentang program UMKM BRI