Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung Soroti Pesan Lingkungan dalam Film Teman Tegar: Maira

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Ketua Komisi IV DPRD Bandung mengapresiasi film Teman Tegar: Maira yang sarat pesan inklusivitas dan pelestarian hutan. Ia berharap masyarakat lebih mendukung karya sineas nasional.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung Soroti Pesan Lingkungan dalam Film Teman Tegar: Maira

Ketua Komisi IV DPRD Bandung Apresiasi Film Teman Tegar: Maira

KOTA BANDUNG — Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Iman Lestariyono, menilai film karya anak bangsa berjudul Teman Tegar: Maira sarat pesan moral tentang keberanian, inklusivitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Usai menyaksikan film tersebut, Iman mengaku merasakan kebanggaan sekaligus keprihatinan terhadap minimnya antusiasme penonton.

"Agak sedih juga, karena ini karya anak bangsa, tokoh utamanya orang Bandung, tapi animo masyarakat belum terlalu besar. Padahal pesan moralnya sangat kuat," ujarnya, Senin (9/2/2026).

Pesan Inklusivitas dan Keberanian Bermimpi

Iman menyoroti karakter Tegar yang digambarkan sebagai anak istimewa yang mampu melampaui keterbatasan dan tetap berani bermimpi.

Menurutnya, tokoh tersebut dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus agar tetap percaya diri dan optimistis.

"Untuk sukses itu banyak jalan, apalagi jika ada dukungan keluarga dan lingkungan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam menggali potensi anak sejak dini.

Banyak talenta, menurutnya, belum berkembang optimal karena kurangnya ruang, pendampingan, serta dukungan komunitas.

Angkat Nilai Adat dan Kelestarian Hutan

Disutradarai Anggi Frisca, film ini menghadirkan Papua bukan sekadar latar eksotis, melainkan sebagai ruang hidup masyarakat adat yang memuliakan hutan.

Melalui karakter Maira, gadis 12 tahun dari pedalaman Papua yang diperankan Elisabet Sisauta, penonton diajak memahami filosofi bahwa hutan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

"Bagi orang Papua, hutan bukan milik manusia, manusialah yang milik hutan," ujar Anggi.

Sutradara menegaskan film tersebut dibuat untuk mengajak masyarakat kembali menyadari pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan masa depan.

Ajakan untuk Generasi Muda

M. Aldifi Tegarajasa, pemeran Tegar, menyampaikan bahwa film ini mendorong generasi muda untuk berani bermimpi dan berjuang.

Hal serupa disampaikan Elisabet Sisauta yang menilai pesan utama film adalah pentingnya merawat hutan dan lingkungan.

Harapan Dukungan untuk Film Nasional

Iman berharap karya sineas Indonesia, termasuk talenta asal Bandung, mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat.

Menurutnya, apresiasi terhadap film nasional tidak hanya soal hiburan, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya.

Dengan pesan tentang inklusivitas, keberanian, serta pelestarian lingkungan, Teman Tegar: Maira dinilai relevan bagi generasi muda sekaligus menjadi refleksi kolektif untuk menjaga masa depan bersama.