Ketua DPD AKPERSI Jabar: Politik Desa Harus Bebas dari Dugaan Pembunuhan Karakter
Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat menegaskan bahwa dugaan pembunuhan karakter tidak boleh dijadikan senjata politik di desa, serta menyerukan demokrasi sehat dan persatuan masyarakat.

Latar Belakang Permasalahan
Bandung – Ketua DPD Asosiasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (AKPERSI) Jawa Barat menegaskan sikap tegas terhadap fenomena dugaan pembunuhan karakter yang mulai dimanfaatkan sebagai alat politik dalam kontestasi tingkat desa. Ia menyerukan agar demokrasi desa berjalan sehat, bermartabat, dan tidak merusak keharmonisan antar warga.
Dalam dinamika demokrasi desa, perbedaan pilihan politik dianggap sebagai bagian wajar dari proses berdemokrasi. Namun, Ketua DPD AKPERSI Jabar menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi penyebaran opini negatif, fitnah, atau serangan personal yang dapat merusak martabat seseorang dan memecah persatuan masyarakat desa.
"Demokrasi desa harus menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat dan beradab. Jangan sampai dugaan pembunuhan karakter dijadikan senjata untuk menjatuhkan lawan politik. Masyarakat desa harus tetap menjaga persatuan dan kondusivitas," tegas Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat.
Momentum Pesta Demokrasi Desa
Menurutnya, pesta demokrasi desa adalah momentum untuk menghadirkan gagasan, program pembangunan, dan adu integritas demi kemajuan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan menahan diri dan mengedepankan etika politik santun serta nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
Ajakan Bijak di Era Digital
AKPERSI Jawa Barat juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era digital saat ini. Informasi yang belum memiliki dasar kebenaran dan kepastian hukum sebaiknya tidak langsung dipercaya, apalagi disebarluaskan, karena berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah masyarakat.
"Jangan sampai masyarakat terpecah hanya karena informasi yang belum tentu benar. Mari kedepankan asas praduga tak bersalah dan hormati proses hukum apabila memang ada persoalan yang harus diselesaikan," ujar Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat.
Pentingnya Stabilitas Sosial Desa
Lebih lanjut, Ketua DPD AKPERSI Jabar menegaskan bahwa stabilitas sosial di lingkungan desa adalah fondasi penting untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Semua elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, aparatur desa, hingga para pendukung calon, diharapkan bersama-sama menjaga suasana tetap aman, damai, dan harmonis.
"Politik yang sehat bukanlah politik yang saling menghancurkan, melainkan politik yang mampu melahirkan pemimpin berkualitas, amanah, serta memiliki komitmen terhadap kepentingan rakyat. Perbedaan pilihan jangan sampai memutus tali silaturahmi. Kontestasi politik hanya sementara, tetapi persaudaraan dan kebersamaan masyarakat harus tetap terjaga untuk jangka panjang," tambahnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian berbagai kalangan karena dianggap sebagai pengingat penting bahwa demokrasi desa harus dibangun di atas semangat persatuan, edukasi politik, dan kedewasaan berdemokrasi. Diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam menyikapi dinamika politik, tidak mudah terprovokasi, dan tetap menjaga nilai gotong royong sebagai kekuatan utama dalam membangun desa yang maju, damai, dan bermartabat.