Kesenjangan Pengelolaan Sampah Bandung: 1.800 Ton Dibuang, 280 Ton Saja yang Terangkut ke TPA
Kabupaten Bandung gandeng investor China bangun PSEL Oxbow Cicukang untuk atasi kesenjangan sampah 1.800 ton/hari yang hanya 280 ton terangkut ke TPA.

Kesenjangan Pengelolaan Sampah jadi Sorotan
Kabupaten Bandung kini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah harian. Dengan produksi mencapai 1.800 ton per hari, kemampuan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hanya mampu menyerap sekitar 280 ton per hari. Artinya, baru sekitar 15 persen dari total sampah yang dihasilkan masyarakat bisa terangkut ke fasilitas pemrosesan akhir.
Angka kesenjangan ini mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah strategis dengan menggandeng investor asal China untuk mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Oxbow Cicukang, Margaasih.
Baca Juga: Pintu Tidak Rapatancocok jadi Titik Masuk Maling, Ini Cara Memperbaikinya
"Lokasinya sudah clear, lahan siap dibebaskan, jalan juga siap dilebarkan. Tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda," tegas Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Investasi China Kerek Kapasitas Pengolahan Sampah
Kerja sama dengan investor dari China ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengelolaan sampah yang selama ini menjadi beban tersendiri bagi pemerintah daerah. Perwakilan yang ditugaskan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri turut hadir dalam tinjauan lokasi proyek sebagai bentuk dukungan konkret dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Harga Ayam Hidup di Jawa Barat Naik 22 Persen Jadi Rp25 Ribu per Kg Usai Program MBG Berhenti
"Perwakilan yang ditugaskan langsung oleh Pak Menteri Dalam Negeri hadir. Alhamdulillah investor dari China juga hadir untuk melihat langsung kesiapan lokasi," terang Dadang Supriatna.
Teknologi Sistem Tertutup Tanpa Bau
Fasilitas PSEL Oxbow Cicukang dirancang dengan sistem pengolahan tertutup yang canggih. Berbeda dengan metode konvensional, seluruh proses pengolahan sampah dilakukan tanpa menghasilkan bau yang mengganggu lingkungan sekitar.
Sampah langsung diolah menjadi energi listrik melalui teknologi ramah lingkungan yang minimizes dampak negatif terhadap masyarakat sekitar. Pendekatan ini diharapkan dapat mereduksi beban pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti secara signifikan.
Kapasitas PSEL Capai 600-800 Ton per Hari
Berdasarkan perencanaan, PSEL Cicukang dirancang memiliki kapasitas pengolahan 600 hingga 800 ton sampah per hari. Angka ini setara dengan 33 hingga 44 persen dari total produksi sampah harian Kabupaten Bandung.
Dengan kapasitas tersebut, pengelolaan sampah di wilayah ini akan mengalami transformasi besar.:
- 600-800 ton sampah terolah setiap hari
- 33-44% dari total sampah harian terselesaikan
- Sistem tertutup tanpa bau dan ramah lingkungan
- Energi listrik dihasilkan dari sampah
Persiapan Infrastruktur Sudah Rampung
Guna mendukung kelancaran proyek, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyelesaikan berbagai persiapan infrastruktur, antara lain:
- Pembebasan lahan untuk area PSEL
- Pelebaran akses jalan menuju lokasi
- Penyusunan nota kesepahaman (MoU) bersama investor dan pemerintah pusat
"Kami akan langsung menyusun timeline mulai dari pembebasan lahan, pelebaran jalan sampai proses pembangunan. Insya Allah pembangunan segera dimulai," janji Dadang Supriatna.
Target Operasional 2027
Pemerintah daerah menargetkan PSEL Cicukang dapat mulai beroperasi secara komersial pada 2027. Ketika nanti beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan kapasitas pengolahan sampah secara drastis
- Mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti
- Mendukung pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik
- Mengurai antrean kendaraan pengangkut sampah di TPA
Optimalisasi Gestão Sampah Secara Terpadu
Selain membangun PSEL, pemerintah daerah saat ini terus mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui berbagai pendekatan terpadu. berikut:
- TPST beroperasi optimal untuk pemrosesan sampah skala lokal
- Pengurangan sampah dari sumber melalui edukasi masyarakat
- Peningkatan pengolahan tingkat kawasan guna menekan volume sampah ke TPA
Langkah komprehensif ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menangani isu sampah secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan satu solusi tunggal melainkan mengombinasikan berbagai strategi yang saling mendukung.