Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung Bidik 435 Ribu KK Terdaftar Perlinsos, Satu Agen Jakini 170 Kartu Keluarga

Bandung · Oleh ·

Bandung menargetkan 435.416 KK atau separuh dari total kepala keluarga terdaftar dalam program digitalisasi perlindungan sosial. Satu agen bertugas mendata 170 KK.

Bandung Bidik 435 Ribu KK Terdaftar Perlinsos, Satu Agen Jakini 170 Kartu Keluarga

Setengah dari seluruh kepala keluarga di Kota Bandung ditargetkan terdaftar dalam program Digitalisasi Perlindungan Sosial hingga akhir 2026. target ini mencakup 435.416 KK dari total 870.832 KK di kota ini.

Guna memenuhi target itu, pemerintah kota menggeber pendataan melalui ratusan agen yang disebar ke lapangan. Setiap agen bertugas mendata sekitar 170 KK. Mereka diharapkan hadir membantu warga, memberikan informasi program, dan memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terlayani.

Program ini tidak hanya melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Seluruh organisasi perangkat daerah dilibatkan, termasuk camat dan lurah yang berperan sebagai pengendali pelaksanaan di tingkat wilayah. PotensiRW, RT, kader, hingga relawan dipetakan untuk mendukung pendataan.

Baca Juga: Yamaha Buka Pabrik untuk Media dan Pelaku Industri, Lihat Langsung Produksi untuk Pasar 40 Negara

Selama ini, banyak warga yang tidak menyadari bahwa mereka berhak mengakses program perlindungan sosial. Mereka tidak tahu cara mendaftarkan diri atau tidak terhubung dengan data pemerintah. Program Perlinsos hadir untuk menjembatani kesenjangan itu dengan mendata seluruh keluarga secara digital.

Bagi warga yang selama ini bergantung pada bantuan sosial, program ini bisa mengubah cara mereka diakses oleh pemerintah. data yang tadinya tersekat di beberapa instansi mulai terintegrasi. Satu keluarga yang tadinya tidak masuk dalam data pemerintah karena keterbatasan administratif bisa terdeteksi lewat pendataan door-to-door ini.

Distribusi bantuan sosial di Bandung selama ini masih menyisakan pekerjaan rumah. Setidaknya 48 ribu keluarga di kota ini masih menunggu jatah berasCPP yang dijadwalkan memasuki tahap kedua distribusi pada September. Ketepatan sasaran menjadi tantangan utama, dan digitalisasi data menjadi salah satu solusi yang ditawarkan.

Pelaksanaan Perlinsos berlangsung dari September hingga Desember 2026. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci mengingat target yang besar dan waktu yang tersisa tidak sampai empat bulan.