Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kerusakan 19 Tahun Ancam Pengairan 374 Hektare Sawah di Desa Cibedug

KBB · Oleh ·

Irigasi Leuwi Gede di Desa Cibedug Rongga yang berusia lebih dari satu abad kini rusak 19 tahun tanpa perbaikan. 374 hektare sawah dan 80-90% warga desa bergantung padanya.

Kerusakan 19 Tahun Ancam Pengairan 374 Hektare Sawah di Desa Cibedug

Kerusakan 19 tahun tanpa perbaikan permanen menyelimuti Irigasi Leuwi Gede di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Saluran sepanjang 5,8 kilometer yang menjadi satu-satunya sumber pengairan 374 hektare sawah itu kini semakin rapuh.

Sedimentasi tinggi, kerusakan di dua talang, dan distribusi air yang tidak optimal menghantui petani yang menggantungkan hidup pada saluran ini.

Irigasi Leuwi Gede dibangun sekitar 1908 oleh NV Cultuur Maatschappij, perusahaan swasta Belanda yang kemudian bergabung dengan Kebun Palasari dan Tjiisalobak pada 1911. Kala itu, Leuwi Gede lahir sebagai bagian dari ekosistem perkebunan kolonial di kawasan Rongga dan Gununghalu.

Baca Juga: Bioskop KBP Jadi Harapan Baru di KBB

Sepanjang 5.800 meter itu melewati zaman. Usia satu abad tidak sekadar jadi angka. Leuwi Gede bertahan melewati perubahan status pengelolaan dari perusahaan Belanda menjadi milik negara. Pada 1948, NV Cultuur Maatschappij beralih ke Gubernemen Landbouw Bedrijf. Sepuluh tahun kemudian, dinasionalisasi menjadi Perusahaan Perkebunan Negara. Pada 1971 berubah jadi PT Perkebunan XII, lalu 1982 Perkebunan Montaya digabungkan dengan Perkebunan Rongga di bawah PTP XII. Rangkaian itu berhenti di PT Perkebunan Nusantara VIII sejak 1996.

Setelah Pabrik CTC Ciharendong berhenti beroperasi akhir 1990-an, Leuwi Gede kehilangan fungsi aslinya sebagai pendukung perkebunan. posisinya berubah. Saluran itu kemudian mengairi sawah dan memenuhi kebutuhan air permukaan warga Cibedug.

Pemerintah Desa Cibedug pada 2021 menyebut sekitar 80 hingga 90 persen warga bergantung pada pengairan dari Leuwi Gede, baik untuk pertanian maupun sebagai sumber resapan bagi sumur. Air irigasi menentukan keberlangsungan dan produktivitas sawah mereka.

Baca Juga: ASN PPPK Dinas PUTR Bandung Barat Terima Teguran Usai Live Streaming Saat Jam Kerja

Kerusakan Talang Babakan Talang sepanjang 210 meter dan Talang Cimapag sepanjang 85 meter memperparah situasi. Debit air tidak lagi mencukupi. Beberapa warga bahkan menggunakan pompa dari Kali Cidadap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika saluran utama tidak mampu.

Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan peralatan seadanya. Upaya itu tidak selalu mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh. Ketika musim hujan datang, debit yang meningkat justru menambah beban pada bagian-bagian yang sudah rusak.

Pada 2021, pemerintah desa mengajukan bantuan ke Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan PLN. Dari kedua pihak itu, hanya PLN yang merespons, yakni dengan membuat bendungan yang menopang saluran irigasi. Perbaikan permanen dari pemerintah daerah belum juga terealisasi hingga kini.

Dalam catatan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Leuwi Gede tercatat sebagai salah satu wisata air di kawasan Rongga. Potensi itu tidak akan berarti jika fungsi dasar saluran sebagai sumber pengairan tidak lagi mampu dipenuhi.