Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kertajati Siap Jadi Hub Industri Dirgantara Nasional, PTDI Relokasi Pabrik secara Bertahap

KDM · Oleh · · Diperbarui 26 Agustus 2026

PTDI dan BIJB tandatangani MoU untuk kembangkan Kertajati jadi hub industri kedirgantaraan dengan fasilitas MRO, aerostructure, dan UAS secara bertahap.

Kertajati Siap Jadi Hub Industri Dirgantara Nasional, PTDI Relokasi Pabrik secara Bertahap

MoU PTDI dan BIJB Buka Jalan Transformasi Kertajati

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka bakal berubah wajah menjadi pusat industri kedirgantaraan terpadu. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi menggandeng PT BIJB (Perseroda) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengembangan Kawasan Sisi Barat Bandara Kertajati.

Kesepakatan ini diteken di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada Rabu, 15 Juli 2026. Tanda tangan dilakukan oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan Plt. Direktur BIJB Ronald H. Sinaga, serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, dan Bupati Majalengka Eman Suherman.

Baca Juga: KDM Tegaskan Belum Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun ke SMI

"Kami menyaksikan penandatanganan MOU antara PTDI dan PT BIJB sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mengembangkan Kertajati menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan,"ujar AHY.

Tiga Pilar Industri Dirgantara di Kertajati

Kerja sama ini dirancang untuk membangun klaster industri kedirgantaraan yang terintegrasi di kawasan bandara. Ada tiga segmen utama yang bakal dikembangkan:

Baca Juga: Pembangunan PLTS Saguling Capai 47 Persen, Ditarget Beroperasi April 2027

AHY menegaskan bahwa pemerintah tidak sekadar meningkatkan volume penerbangan di Kertajati, tetapi juga membangun ekosistem industri yang mandiri. "Tinggal bagaimana kita menciptakan pasarnya,"tegasnya.

Tahapan Relokasi Dimulai dari Runway dan Fasilitas MRO

Implementasi kerja sama ini bakal berlangsung secara bertahap, dimulai dari pemanfaatan runway eksisting di Kertajati untuk keperluan uji terbang. PTDI bakal mengoperasikan pengujian produk pesawat Fixed Wing, Rotary Wing, maupun drone untuk kebutuhan komersial maupun pertahanan.

Pada tahap berikutnya, PTDI akan membangun fasilitas MRO di atas lahan seluas 150–200 hektare. Kawasan ini dirancang untuk menaungi empat portofolio bisnis utama:

"Intinya, kalau kita bisa merelokasi, tentu secara bertahap dimulai dari fasilitas MRO. Ini bisa kita targetkan untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri,"jelas AHY.

N219 Jadi Prioritas, 80 Unit CN235 dan 30 Unit N219 Segera Diproduksi

Dalam jangka panjang, seluruh lini produksi PTDI akan dipindahkan secara bertahap ke Kertajati. Prioritas utama relokasi adalah lini produksi pesawat N219 yang bakal memenuhi pesanan TNI maupun kebutuhan penerbangan komersial.

Saat ini, PTDI tengah mengemban tugas produksi:

Kehadiran fasilitas produksi di Kertajati diharapkan mempercepat proses komersialisasi dan memperkuat prasarana industri dirgantara nasional.

Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor

Gita Amperiawan menegaskan bahwa Kertajati memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan industri kedirgantaraan yang tangguh dan terintegrasi. Keberhasilan transformasi ini bergantung pada sinergi antara industri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra global.

"Kami sangat yakin di Kertajati ini bisa dibangun suatu industri kedirgantaraan nasional yang tangguh. Di sana ada manufaktur, MRO, aerostructure, dan kolaborasi antara industri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra global,"pungkas Gita.