Kenalkan Raden Raka, Ketua RW Gen Z dari Cimahi
Raden Raka, pemuda 22 tahun, menjadi Ketua RW termuda di Cimahi. Terinspirasi dari game city builder, ia fokus mengatasi banjir yang berlangsung 25 tahun di wilayahnya, berhasil mendapatkan dukungan warga meskipun awalnya diragukan karena usianya.

Raden Raka, pemuda berusia 22 tahun baru saja menjabat sebagai Ketua RW 03 di Desa Padasuka, Kota Cimahi. Menempati jabatan ini pada usia muda membuatnya menjadi salah satu Ketua RW termuda di kota tersebut, membawa angin segar dalam pemerintahan tingkat akar rumput. "Sekarang terhitung baru hari kedua. Baru banget, fresh," ucapnya saat ditemui di rumahnya pada Selasa (20/1).
Inspirasi dari Permainan Game City Builder
Ketertarikannya pada tata kelola masyarakat tumbuh sejak kecil, berkat permainan city builder yang dimainkan sejak usia 5 hingga 10 tahun seperti SimCity, City Skylines, dan Manor Lords. Dari game itu saya belajar bahwa mengelola kota dan masyarakat itu kompleks. Ada banyak masalah yang harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan. Dari situ saya penasaran, apakah cara berpikir itu bisa diterapkan langsung di masyarakat, jelasnya. Rasa penasaran ini mendorongnya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua RW.
Fokus Utama: Mengatasi Banjir yang Mengganggu Wilayah Selama 25 Tahun
Salah satu prioritas utama kepemimpinan Raka adalah persoalan banjir yang telah menjadi masalah berkelanjutan di wilayahnya selama lebih dari 25 tahun. Ia tidak hanya melihat banjir sebagai masalah fisik air masuk rumah, tapi juga dampaknya pada ekonomi lokal: "Banjir itu bukan cuma air masuk rumah, tapi ekonomi mati. Orang nggak jadi belanja, usaha tutup, investasi enggan masuk. Itu yang terus saya perjuangkan," tegasnya. Melalui konten media sosial yang viral (dilihat ratusan ribu kali), masalah ini akhirnya mendapat perhatian langsung dari Wali Kota dan Camat.
Menghadapi Tantangan Usia dan Mendapat Dukungan Warga
Saat mencalonkan diri, Raka menghadapi penolakan dari sebagian masyarakat yang ragu dengan kemampuan pemuda. Awalnya ada empat calon, kemudian tersisa dua: dirinya dan kandidat petahana yang telah menjabat lima tahun. Banyak masyarakat yang awalnya belum percaya dengan anak muda. Tapi saya coba jelaskan ide, gagasan, dan arah perubahan yang ingin saya lakukan. Saya bilang, kalau mau perubahan, ayo kita jalan bareng, katanya. Pada hari pemilihan, ia berhasil meraih 65% suara warga, menunjukkan dukungan besar yang diterimanya.
Kampanye Tanpa Dukungan Keluarga
Yang unik, Raka menjalankan kampanye tanpa dukungan finansial dari keluarga. Modal sekitar Rp 30 juta ia kumpulkan dari relasi dan jejaringnya, termasuk dukungan dari para pengusaha. Modal kampanye sekitar Rp 30 juta rupiah. Saya punya networking sama pengusaha-pengusaha banyak yang support lah dari mereka. Kalau dibandingkan dengan gaji RW yang Rp 500 ribu per bulan, itu mungkin puluhan tahun balik modalnya. Jadi ini memang soal keikhlasan dan tanggung jawab, ungkapnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Raden Raka berharap kehadirannya dapat memotivasi generasi muda untuk berani terjun ke pemerintahan tingkat akar rumput. Namun, ia menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum terjun. Ia ingin menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya bisa menjadi penggerak perubahan, tapi juga memiliki kapasitas untuk mengelola masalah masyarakat dengan strategi yang inovatif.