Adin Jaelani Sopian Ajak Warga Karawang Terjemahkan Pesan Maulid Nabi Jadi Tindakan Sehari-hari
Adin Jaelani Sopian ajak warga Karawang menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan rumah tangga dan kepemimpinan sehari-hari, bukan sekadar seremoni Maulid Nabi.

Di Kampung Suka Mulya, Desa Suka Jaya, Kecamatan Jayampuras, ratusan warga Karawang mengisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan mendengar harapan yang sama: peristiwa tahunan ini tidak cukup hanya jadi seremoni.
Mereka yang hadir pada中秋 malam itu bukan hanya mendengarkan ceramah. Sebaliknya, mereka diajak menerjemahkan pesan Maulid Nabi ke dalam cara mereka pulang ke rumah, cara seorang ayah memimpin keluarganya, dan cara seorang pejabat memahami jabatannya.
Adin Jaelani Sopian, Ketua DPD PKS Kabupaten Karawang, menjadi salah satu penceramah yang menekankan hubungan langsung antara keteladanan nabawi dan kehidupan rumah tangga.
Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar
"Kepala keluarga bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pemimpin yang memberikan keteladanan, perlindungan, pendidikan dan kasih sayang. Rumah harus menjadi tempat pertama tumbuhnya iman, akhlak dan cinta," katanya.
Pesan itu sampai ke warga yang datang bersama anak-anak mereka. Beberapa di antara mereka menyebut, ceramah seperti ini membantu mereka重新思考 apa yang sebenarnya mereka bangun di rumah.
DiKarawang, tradisi Maulid Nabi selama ini identik dengan pengajian dan doa bersama. Tahun ini, acaranya diselingi pembagian bingkisan untuk warga kurang mampu yang hadir. Langkah kecil ini dinilai warga sebagai perwujudan nyata dari ajaran Rasulullah tentang kepedulian sosial.
Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji
Masyarakat Karawang Diminta Jadikan Keteladanan Rasulullah Bagian dari Kehidupan Sehari-hari. Peringatan seperti ini, menurut Adin, seharusnya menjadi momentum muhasabah bagi setiap individu untuk melihat kualitas dirinya dalam hubungan dengan keluarga dan lingkungan sosial.
"Kita tidak mungkin membangun masyarakat yang baik tanpa membangun pribadi-pribadi yang baik," katanya.
Penekanan Adin pada keluarga sebagai fondasi peradaban menyentuh titik yang sering terabaikan. Di wilayah suburban seperti Karawang, banyak kepala keluarga yang bekerja jauh dari rumah. Waktu bersama keluarga tinggal hitungan jam setiap hari. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bagaimana meneladani Rasulullah kalau waktu untuk keluarga sendiri sudah tipis?
Adin tidak menjawab secara langsung soal kompleksitas itu. Namun ia mengingatkan bahwa tanggung jawab kepala keluarga tidak berhenti pada kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi. Seorang ayah tetap dituntut hadir, bukan hanya secara fisik.
Di sisi lain, peringatan Maulid Nabi di Bekasi juga menggambarkan tren serupa. Di kota kembar sebelah Jakarta itu, pemimpin elected turut hadir dalam peringatan dan mengajak warga membangun fondasi moral bersama.