Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BPBD Hentikan Pemadaman Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Setelah 13 Hari, 5 Hektare Lahan Rusak

Jabar · Oleh ·

BPBD Kuningan hentikan operasi pemadaman kebakaran TPSA Ciniru setelah 13 hari. Api menghanguskan 5 hektare lahan. Pemantauan tetap dilakukan dua hari ke depan.

BPBD Hentikan Pemadaman Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Setelah 13 Hari, 5 Hektare Lahan Rusak

Warga di sekitar TPSA Ciniru, Kuningan, bisa sedikit bernapas lega. Asap pekat yang menyelimuti wilayah mereka selama 13 hari terakhir mulai terurai setelah kebakaran di tempat pembuangan sampah akhir itu dinyatakan padam.

BPBD Kuningan menghentikan operasi pemadaman pada Senin malam pukul 19.38 WIB. Keputusan ini diambil setelah pantauan udara menggunakan drone termal memastikan tidak ada lagi titik api yang terdeteksi.

"Berdasarkan pantauan situasi dan hasil termal drone melalui udara, untuk penanganan kebakaran TPSA Ciniru secara operasi pemadaman dan pendinginan dinyatakan sudah dalam keadaan aman dan kondusif," kata Indra Bayu, Kepala BPBD Kuningan, Selasa.

Baca Juga: Gebyar Lomba HUT ke-25 Partai Demokrat di Karawang Hadirkan Puluhan Doorprize untuk Warga

Kebakaran pertama kali muncul pada 12 Agustus pukul 05.00 WIB. Saat itu angin kencang menghantang垃圾 dari direction barat. Material sampah yang menumpuk, sebagian besar berupa residu plastik dan bahan organik yang sudah lapuk, mudah tersulut api.

Tercatat sekitar 5 hektare lahan di kawasan itu hangus terbakar. Selain kerusakan fisik, potensi pencemaran udara dan dampak kesehatan warga sekitar menjadi kekhawatiran utama selama proses pemadaman berlangsung.

BPBD Kuningan mengerahkan tim dari/unitnya sendiri, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Lingkungan Hidup selama hampir dua minggu. Koordinasi antar tiga instansi ini dinilai cukup efektif untuk mengatasi kebakaran berskala besar di lokasi yang aksesnya terbatas.

Baca Juga: Golkar Jawa Barat Tuntaskan Tiga Musda dan Kembalikan Semua Incumbent ke Kursi Ketua

Andi Pratama, petugas lapangan dari BPBD Kuningan, menggambarkan kondisi di hari-hari awal kebakaran. "Material sampah yang menumpuk bertahun-tahun menciptakan lapisan tebal di bawah permukaan. Api tidak hanya di atas, tapi merembet ke dalam. Itu yang bikin pemadaman jadi lebih lama dari biasanya," katanya.

Kendati operasi dihentikan, tiga instansi itu tetap menyiagakan personel untuk pemantauan intensif selama dua hari ke depan. Langkah ini untuk mengantisipasi munculnya titik api baru dari bara sisa yang tertanam di lapisan dalam.

Kejadian ini kembali mengangkat masalah pengelolaan sampah di tingkat kabupaten. TPSA Ciniru disebut telah melebihi kapasitas optimum karena akumulasi sampah selama bertahun-tahun tanpa penanganan akhir yang memadai.

BPBD Kuningan akan menyampaikan laporan penanganan secara menyeluruh kepada Bupati dan Wakil Bupati Kuningan. Termasuk di dalamnya evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah di daerah itu ke depannya.