Keluarga Kalideres yang Tiba di Tasikmalaya dalam Peti,Tabrakan Minibus dan Truk Tewaskan 4 Orang
Tabrakan adu banteng minibus dan truk di Jalan Raya Jamanis Tasikmalaya menewaskan empat orang dari satu keluarga asal Kalideres Jakarta yang perjalanan dari Jakarta ke Cilacap. Keenam penumpang minibus terluka dan dievakuasi warga dari dalam kolam ikan.

Para penumpang minibus Daihatsu Gran Max yang bertolak dari Jakarta menuju Cilacap tidak pernah sampai di tempat tujuan. Tabrakan "adu banteng" dengan truk Colt Diesel di Jalan Raya Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (17/8/2026) siang, membuat mereka kembali ke keluarga dalam peti jenazah.
Keempat korban meninggal dunia adalah Nurlaelah (50), Rasidi (52), Rasti, dan Andri Rustandi (12). Mereka tercatat sebagai warga Kalideres, Jakarta Barat. Rasti dan Rasidi adalah suami istri, sementara Nurlaelah dan Andri Rustandi adalah ibu dan anak.
Insiden bermula saat kedua kendaraan bergerak dari arah berlawanan. Truk melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, sementara minibus bergerak ke arah sebaliknya. Tabrakan terjadi di wilayah Rajapolah, pukul 13.30 WIB.
MinibusGran Max terbalik dan terperosok ke dalam kolam ikan warga di tepi jalan. Kabin truk Colt Diesel hancur dan mengeluarkan kepulan asap. Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras segera bergegas ke lokasi.
Kadar, saksi mata sekaligus warga setempat, melihat enam orang terjebak di dalam minibus yang tenggelam. "Kondisinya sangat memprihatinkan karena mobil terendam air di dalam kolam. Di antaranya ada usia dewasa dan ada juga anak kecil kira-kira usia kelas 3 SD," katanya.
Rani, saksi lainnya, mendengar suara benturan sangat keras dari dalam rumahnya. "Kayaknya sih adu banteng antar dua mobil. Kondisi korban ada yang meninggal dunia dan ada yang luka parah," katanya.
Baca Juga: YM (20) Ditangkap Setelah Halangi Kendaraan dengan Golok di Banjaran
Dua korban luka berat, Rasti dan Andri Rustandi, sempat dirawat di RS Hermina Tasikmalaya. Mereka menyerah pada luka-lukanya di rumah sakit itu sebelum jenazahnya dipindahkan ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soekardjo.
Keempat jenazah dipulasara petugas di kamar mayat sembari menanti kedatangan keluarga dari Jakarta. "Terdiri dari satu perempuan sekitar 50 tahunan, satu lagi masih anak kecil," kata Sandi Permana, petugas ambulan yang membawa jenazah ke RSUD dr. Soekardjo.
Kanit Gakkumpolres Tasikmalaya Kota, Ipda Devi Budi Radiansyah, mengatakan bahwa selain empat korban jiwa, enam orang lainnya luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit. "Setelah diidentifikasi datanya, semua satu keluarga," katanya.
Polisi belum bisa memastikan penyebab pasti tabrakan itu. Kedua kendaraan telah diamankan sebagai barang bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Di antara keenam penumpang, dua di antaranya adalah anak-anak. Andri Rustandi yang baru berusia 12 tahun termasuk dalam kelompok termuda. Kondisi enam korban awal yang dibawa ke rumah sakit menunjukkan tingkat keparahan berbeda-beda, dan dua orang di antaranya tidak berhasil diselamatkan.
Investigasi masih berlangsung untuk menentukan kronologi detail pemicu tabrakan maut di jalur yang ramai dilalui kendaraan dari arah Bandung dan Tasikmalaya itu.