Kecelakaan Truk di Ujung Berung: Remaja 16 Tewas, Pengemudi Kabur
Seorang remaja 16 tahun meninggal dunia saat tertabrak truk saat boncengan orang tua di Ujung Berung Bandung. Pengemudi truk kabur, polisi sedang menyelidiki kasus ini.

Tragedi Kecelakaan Lalu Lintas di Ujung Berung Bandung
Tragedi kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa terjadi di Jalan A.H. Nasution, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, pada Selasa malam (10/3/2026). Kecelakaan ini menewaskan seorang remaja berinisial K, berusia 16 tahun, dan melukai ibunya yang menjadi penumpang sepeda motornya.
Detail Lengkap Kejadian Kecelakaan
Menurut keterangan Kepala Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, Fiekry Adi Perdana, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi D-6514-AEO yang dikendarai korban K, dan sebuah truk Hino light truck. Kedua kendaraan melaju searah pada saat tabrakan terjadi.
"Setiba di lokasi kejadian, kendaraan Light Truck Hino menabrak bagian belakang sepeda motor yang dikendarai K dengan penumpang T yang melaju searah berada di posisi depan," ujar Fiekry dalam konfirmasi kepada wartawan pada Rabu (11/3/2026) di Bandung.
Korban K merupakan warga Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujung Berung, tepatnya di wilayah Paledang. Saat kejadian, ia sedang membawa penumpang T, yang berusia 48 tahun dan merupakan ibunya, sebagai penumpang belakang sepeda motor. Akibat benturan hebat, kedua orang tersebut terjatuh dari sepeda motor. Korban K mengalami cidera parah di bagian tubuh dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, penumpang T mengalami luka-luka pada beberapa bagian tubuh dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Penyelidikan dan Tindakan Kepolisian
Setelah kecelakaan terjadi, pengemudi truk Hino yang terlibat langsung meninggalkan lokasi kejadian tanpa memberikan pertanggungjawaban. Hingga saat ini, identitas pengemudi truk tersebut masih belum dapat diidentifikasi dan sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Menurut hasil analisis awal dari olah tempat kejadian perkara (OTOK) dan keterangan saksi, penyebab kecelakaan diduga berasal dari kelalaian pengemudi truk yang tidak berkonsentrasi saat mengemudi. Fiekry menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengkonfirmasi dugaan ini dan mengidentifikasi pelaku. Saat ini, tim satlantas telah melakukan OTOK di lokasi kejadian, mengamankan barang bukti berupa kedua kendaraan yang terlibat, serta memeriksa sejumlah saksi yang menyaksikan kecelakaan. Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung juga sedang mengumpulkan bukti lain dan melacak jejak pengemudi truk yang kabur untuk menentukan tanggung jawab hukumnya.
Implikasi Keselamatan Berkendara
Kecelakaan ini kembali menjadi peringatan akan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama bagi pengemudi kendaraan berat seperti truk. Kelalaian kecil saat mengemudi, seperti kurangnya konsentrasi, dapat menyebabkan tragedi yang menelan korban jiwa dan menyebabkan penderitaan bagi keluarga korban. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga fokus saat berkendara, dan tidak meninggalkan lokasi kejadian saat terlibat dalam kecelakaan, sebagai bentuk tanggung jawab hukum dan moral.