Kebakaran Rumah Eks Cherrybelle Anisa di Bandung, Ribuan Alquran Selamat
Peristiwa kebakaran menerjang rumah Anisa, mantan personel Cherrybelle di Bandung dini hari Kamis (30/4). Ribuan Alquran utuh yang disimpan sebagai bisnis ternyata selamat, tidak ada korban jiwa dari insiden ini.

Kebakaran Menerjang Rumah Anisa, Eks Personel Cherrybelle
Pada dini hari Kamis, 30 April 2026, sebuah rumah di Jalan Kebon Bibit, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, mengalami kebakaran. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal Anisa Rahma, mantan personel girl band Cherrybelle. Peristiwa ini menyebabkan beberapa perabotan di dalam rumah hangus terbakar, namun sekelompok besar Alquran utuh berhasil diselamatkan dari kobaran api.
Detil Koleksi Alquran yang Selamat dari Api
Teman dekat Anisa, Rey Mbayang, membagikan informasi terkait koleksi Alquran tersebut melalui cerita akun Instagram pribadinya. Menurutnya, sebanyak 3.500 eksemplar Alquran utuh disimpan dalam beberapa kardus di salah satu kamar rumah. Koleksi ini direncanakan sebagai bagian dari usaha kecil milik pasangan Dito dan Nisa.
"Ini ruangan yang selamat, qadarullah ada 3.500 Alquran yang akan jadi bisnis Kang Dito, dan Teh Nisa. Dan ruangan ini nggak tersentuh api sama sekali. Masya Allah," tulis Rey Mbayang dalam unggahannya yang diakses pada Sabtu, 2 April 2026.
Peran Warga dalam Penanganan Awal Insiden
Ketua RW 10 setempat, Nana Garmana, mendapatkan kabar kebakaran dari warga setempat, Pak Heri, sekitar pukul 3 dini hari. Rumah Nana hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, sehingga ia segera bergerak untuk membantu penanganan insiden. Nana kemudian mengkoordinasikan dengan warga lain, termasuk meminta istrinya untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran Kota Bandung. Ia juga menghubungi polsek dan koramil setempat untuk meminta bantuan tambahan. "Saya jalan ke sana, api sudah cukup besar, saya balik ke rumah, ambil handphone, saya telepon polsek, telepon Koramil, saya panik dan istri saya juga telepon damkar," kata Nana dalam keterangannya. Saat tiba di lokasi, Nana melihat api sudah membesar dan memutuskan untuk fokus pada evakuasi keluarga Anisa, yang di dalamnya terdapat beberapa balita dan lansia termasuk ibunda Anisa. Ia menyatakan bahwa penggunaan alat pemadam api ringkas tidak cukup untuk menahan api, sehingga prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa warga. "Di situ ada beberapa orang balita dan lansia, jadi saya berpikir saya fokus ke sana dulu, walau ada APAR itu tidak memungkinkan, saya fokus selamatkan orangnya. Alhamdullilah berkat doa semuanya terselamatkan," tuturnya.
Hasil Penanganan dan Keamanan Semua Anggota Keluarga
Setelah menghubungi petugas pemadam kebakaran, tim damkar segera tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman api. Nana memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini. "Damkar setelah ditelepon sampai ke TKP, tidak lama langsung melakukan penanganan. Alhamdullilah korban tidak ada, keluarga semua selamat," kata dia. Selain koleksi Alquran, beberapa perabotan lain di dalam rumah juga mengalami kerusakan akibat api dan air pemadam kebakaran. Namun, kerugian materi tidak sebanding dengan keselamatan semua anggota keluarga Anisa.