Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kebakaran di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi: 51 Bangunan Hangus, 89 Jiwa Mengungsi ke Shelter

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Kebakaran besar landa Kampung Adat Cipta Mulya di Sukabumi, 51 bangunan hangus termasuk lumbung padi, 89 jiwa mengungsi. BPBD Jawa Barat gerak cepat salurkan bantuan.

Kebakaran di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi: 51 Bangunan Hangus, 89 Jiwa Mengungsi ke Shelter

Kebakaran di Kampung Adat Cipta Mulya, Puluhan Bangunan Hangus terbakar

Musibah kebakaran besar melanda kawasan Kampung Adat Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7). Peristiwa naas ini mengakibatkan puluhan bangunan hangus dilalap si jago merah, sementara puluhan warga kini kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.

Data Kerusakan: 51 Bangunan Hangus dan 28 Keluarga Terdampak

Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun, tercatat sebanyak 51 bangunan hangus terbakar dalam peristiwa ini. Bangunan tersebut terdiri dari:

Dampak dari musibah ini sangat terasa bagi masyarakat setempat. Sedikitnya 28 keluarga atau sekitar 89 jiwa kini harus mengungsi dan kehilangan tempat tinggal mereka.

Penyebab Kebakaran: Korsleting Listrik di Bangunan MCK Umum

Hasil koordinasi awal di lapangan menyebutkan bahwa api berasal dari bangunan MCK umum yang dipicu oleh hubungan pendek arus listrik atau korsleting. Kondisi ini kemudian diperparah oleh material bangunan di sekitarnya yang mayoritas mudah terbakar.

Api yang awalnya kecil kemudian merambat dengan sangat cepat membakar permukiman warga dan fasilitas umum. Material kayu dan anyaman yang menjadi ciri khas kampung adat menjadi faktor utama mengapa kebakaran menyebar begitu cepat.

"Kami menduga api berasal dari bangunan MCK umum akibat korsleting listrik, kemudian merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya," demikian penjelasan petugas di lokasi.

Respons Darurat: BPBD Provinsi Jawa Barat Turun Tangan

Menanggapi bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tim dilaporkan tiba ke lokasi pada Minggu (26/7) pagi dengan membawa berbagai bantuan logistik serta peralatan penanganan darurat.

Langkah-langkah strategis yang dilakukan tim di lapangan meliputi:

Sinergi Multipihak dalam Penanganan Bencana

Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi dengan melibatkan berbagai stakeholder:

Sinergi multipihak ini bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban secara optimal.

Kebutuhan Mendesak: Tenda, Sandang, dan Bahan Pangan

Hingga saat ini, proses penanganan dan pendataan masih terus berlangsung. BPBD Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Sukabumi guna memastikan kebutuhan mendesak para korban dapat segera terpenuhi.

Beberapa kebutuhan prioritas yang saat ini menjadi fokus penanganan:

Tantangan Berat bagi Komunitas Kampung Adat

Kampung Adat Cipta Mulya merupakan permukiman masyarakat adat yang memiliki kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan dan pangan. Hilangnya lumbung padi (leuit) menjadi pukulan berat bagi komunitas ini.

Leuit bukan sekadar bangunan penyimpanan padi, tetapi memiliki makna simbolis bagi masyarakat adat karena menjadi lambang kemandirian dan ketahanan pangan komunitas. Kehilangan fasilitas ini akan berdampak jangka panjang bagi kehidupan masyarakat.

Upaya Pemulihan dan Rekonstruksi

Pihak berwenang menyatakan bahwa akan ada upaya pemulihan pascakebakaran, termasuk:

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari tim di lapangan. Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk membantu warga Kampung Adat Cipta Mulya melewati masa sulit ini.

Musibah ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang pentingnya mitigasi bencana dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di permukiman, terutama yang memiliki material mudah terbakar.