KDM: Screen Time Anak Berlebih Picu Risiko Penyakit Degeneratif dan Gangguan Emosi
KDM peringatkan screen time anak berlebihan picu risiko penyakit degeneratif dan gangguan emosi. Jawa Barat batasi durasi gawai dan siapkan regulasi nutrisi ibu hamil.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan bahaya serius dari kebiasaan anak-anak yang terlalu sering bermain gawai. Menurut orang nomor satu di Gedung Sate Bandung ini, paparan screen time yang tinggi kini menjadi ancaman kesehatan nyata yang dapat memicu penyakit kronis seperti gagal ginjal dan diabetes pada usia dini.
Akumulasi Nutrisi yang Tidak Terkonversi Jadi Energi
Dedi yang akrab dipanggil KDM menjelaskan bahwa bermain gawai dalam waktu lama membuat fisik anak kurang bergerak secara aktif. Dampaknya, seluruh nutrisi dan gizi yang masuk ke dalam tubuh justru menumpuk dan gagal dikonversi menjadi energi.
Baca Juga: KDM Tegaskan Belum Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun ke SMI
"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," tegas Dedi.
Akibatnya, kadar gula dalam darah anak menjadi sangat tinggi. Kondisi ini secara langsung meningkatkan risiko kerusakan organ dalam tubuh, terutama ginjal yang harus bekerja ekstra memproses limbah metabolisme.
Dampak Psikologis: Emosi dan Agresivitas Meningkat
Selain ancaman terhadap kesehatan fisik, kecanduan gawai juga berdampak serius pada kondisi psikologis anak. KDM mengungkapkan bahwa anak-anak yang terlalu sering menggunakan perangkat elektronik cenderung memiliki tingkat emosi yang tidak stabil dan agresivitas yang tinggi.
Baca Juga: Pembangunan PLTS Saguling Capai 47 Persen, Ditarget Beroperasi April 2027
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena gangguan emosional pada anak dapat memengaruhi perkembangan sosial dan prestasi akademik mereka di sekolah.
Langkah Konkret yang Perlu Dilakukan Orang Tua
Menyadari ancaman tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendesak seluruh orang tua untuk mengambil langkah preventif, antara lain:
- Membatasi durasi penggunaan gawai anak agar tidak berlebihan
- Memperbanyak aktivitas luar ruang yang melatih kemampuan motorik anak
- Memperketat pengawasan asupan konsumsi harian dan mengurangi makanan instan tinggi gula
Langkah-langkah ini dianggap penting untuk memutus mata rantai penyakit degeneratif yang kini mulai mengancam generasi muda.
Regulasi Revolusioner: Jaminan Nutrisi Ibu Hamil di Jawa Barat
Di samping itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa negara harus hadir menjamin kualitas hidup warganya sejak dalam kandungan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mematangkan regulasi revolusioner terkait intervensi pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil.
Nantinya, setiap ibu hamil di Jawa Barat akan mendapatkan akses mudah untuk memperoleh makanan bergizi yang dibutuhkan selama masa kehamilan.
"Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," tegas Dedi.
Komitmen Pemerintah Daerah
Gubernur Dedi menambahkan bahwa jaminan pemenuhan aspek material manusia mulai dari ketersediaan pangan bergizi, air minum berkualitas, hingga hak menghirup udara bersih merupakan kewajiban konstitusional yang akan terus dikawal secara berkala.
"Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," tutupnya.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan keseriusannya dalam melindungi generasi masa depan dari ancaman penyakit akibat gaya hidup sedenter dan pola makan yang tidak sehat.