Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Taxi 5 gabungkan polisi keras kepala dan sopir taksi dalam aksi pengejaran di Marseille

Jabar · Oleh ·

Taxi 5 menyatukan polisi keras kepala dan sopir taksi untuk mengejar komplotan perampok asal Italia di Marseille. Franchise ini kembali setelah 11 tahun dengan dua karakter utama baru.

Taxi 5 gabungkan polisi keras kepala dan sopir taksi dalam aksi pengejaran di Marseille

Sepuluh tahun berlalu sejak komplotan taksi meluncur terakhir kali di layar. Franchise asal Prancis ini memang bukan produksi Hollywood, tapi悄无声息地积累了 basis penggemar yang solid di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Taxi 5 kembali ke layar setelah jeda panjang sebelas tahun dari Taxi 4 (2007). Franck Gastambide mengisi dua peran sekaligus di film ini, sebagai sutradara dan pemeran utama. Ia sebelumnya bermain di Taxi 2 dan Taxi 3 sebagai Toni, salah satu karakter yang melengkapi barisan komplotan.

Pasangan baru, energi berbeda

Film ini memperkenalkan dua karakter utama baru. Sylvain Marot, diperankan Gastambide, adalah polisi Paris dengan kemampuan mengemudi فوق العادة. Masalahnya, sikap keras kepala justru membuatnya dipindahtugaskan ke Marseille, kota yang sangat berbeda dari Paris dalam hal budaya berkendara.

Baca Juga: 52.972 Warga Kota Tasikmalaya Terserang ISPA Selama Kemarau 2026

Pasangan barunya adalah Eddy Maklouf, sopir taksi biasa yang jauh dari kesan pahlawan. Ia justru sering membuat masalah di tempat kerja dan memiliki reputasi buruk di kalangan rekan kerjanya. Namun Eddy ternyata punya koneksi keluarga yang tidak terduga dengan warisan franchise ini.

Bernard Farcy tampil kembali sebagai Commissioner Gibert, wajah familier yang sudah mengikat franchise ini sejak awal. Ramzy Bedia juga masih hadir dari angkatan lama.

Kejar-kejaran melawan mobil sport Italia

Marseille sedang dilanda gelombang perampokan besar-besaran. Bedanya, para pelaku bukan pencuri biasa. Mereka beroperasi dengan mobil-mobil sport mewah dan selalu berhasil lolos dari kejaran polisi lokal karena kendaraannya jauh mengungguli mobil patroli.

Baca Juga: Jayadi dari PAMDI Karawang Ajak Warga Dukung Penegakan Hukum Humanis pada Harlah KEJARI ke-81

Sylvain segera menyusun rencana. Satu-satunya cara mengejar mobil-mobil itu adalah memiliki kendaraan yang setara performanya. Pencarian membawanya kepada Eddy yang ternyata punya akses ke sebuah Peugeot 407 yang sudah dimodifikasi secara radikal. Mobil itu menjadi satu-satunya harapan polisi Marseille.

Eddy pada awalnya menolak terlibat. Ia bukan siapa-siapa dalam dunia penegakan hukum dan tidak ada alasan baginya untuk memasuki situasi berbahaya. Namun keadaan memaksanya bekerja sama dengan Sylvain, dan perbedaan karakter keduanya langsung memunculkan gesekan.

Layar kaca atau tontonan pulang kampung

Film aksi komedi Prancis memang bukan genre yang lazim menembus pasar Indonesia. Namun franchise Taxi punya track record berbeda. Empat film pertamanya, yang dirilis antara 1998 dan 2007, mampu menarik perhatian penonton di luar Eropa. Serial ini menyajikan aksi kejar-kejaran dengan pendekatan ringan, tanpa ambisi berlebihan untuk menjadi lebih dari sekadar hiburan爽口.

Taxi 5 mengambil pendekatan serupa. Alurnya tidak berusaha reinventasi, melainkan membangun dari fondasi yang sudah dikenal. Pasangan baru Sylvain dan Eddy membawa energi berbeda dari tandem sebelumnya. Tinggal ditonton sendiri di layar kaca, apakah chemistry mereka cukup untuk menghentikan komplotan Italia sebelum Marseille benar-benar kehilangan kendali.