52.972 Warga Kota Tasikmalaya Terserang ISPA Selama Kemarau 2026
52.972 warga Kota Tasikmalaya terjangkit ISPA selama Januari-Agustus 2026. Kemarau panjang, krisis air bersih, dan debu jalanan memperparah kondisi. Penderita asma paling terdampak.

Rumah sakit dan Puskesmas di Kota Tasikmalaya penuh sesak sejak awal tahun. Data Dinas Kesehatan setempat mencatat 52.972 warga terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka ini melonjak drastis seiring musim kemarau panjang yang mengubah wajah kota menjadi kering dan berdebu.
Krisis Air Bersih Memperparah Kondisi
Krisis air bersih menjadi lapisan masalah tersendiri bagi warga. Sumur-sumur mengering dan air ledeng tidak mengalir lancar di sejumlah permukiman. Warganya sulit menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kondisi ini bikin mereka lebih rentan terhadap penyakit.
Baca Juga: Taxi 5 gabungkan polisi keras kepala dan sopir taksi dalam aksi pengejaran di Marseille
Udara panas ekstrem dan debu jalanan mengiritasi saluran pernapasan warga dari berbagai kelompok usia. Balita, anak-anak, remaja, hingga lansia merasakan dampaknya. Para pasien menjalani pengobatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soekardjo. Sebagian besar berhasil disembuhkan.
Penderita Asma Jadi Paling Terdampak
Perubahan cuaca yang tidak menentu memperparah kondisi penderita asma. Suhu yang tadinya sangat panas tiba-tiba turun drastis memicu kekambuhan. Warga dengan riwayat gangguan pernapasan ini jadi kelompok paling rentan.
Baca Juga: Jayadi dari PAMDI Karawang Ajak Warga Dukung Penegakan Hukum Humanis pada Harlah KEJARI ke-81
Selain batuk dan pilek, banyak pasien mengeluhkan suara serak, mual, dan hidung meler. Gejala berat seperti demam, nyeri otot, sesak napas, dan sakit kepala juga banyak dikeluhkan.
"Sejak Januari hingga Agustus memang ada peningkatan kasus. Kondisi air berpengaruh, cuaca panas termasuk jalan berdebu, dan sesak napas kambuh," kata Suryaningsih, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.
Imbauan Pemerintah dan Kondisi Lahan Pertanian
Petani di Tasikmalaya juga menanggung dampak. Lahan pertanian mereka kering dan retak. Lingkungan yang gersang tanpa pepohonan memperburuk kualitas udara. Polusi debu jalanan tidak menemukan penawar.
Dinas Kesehatan Tasikmalaya mewanti-wanti warga agar memakai masker saat keluar rumah. Masker jadi benteng pertama melawan paparan debu yang menyerang hidung, tenggorokan, dan saluran napas.
"Ini langkah antisipasi penting karena ISPA menyerang langsung saluran pernapasan, hidung, dan tenggorokan," tegas Suryaningsih.
Kebijakan Lingkungan yang Terbengkalai
Lonjakan 52.972 kasus ISPA ini memunculkan pertanyaan tentang kebijakan lingkungan di tingkat kabupaten. Kemarau panjang bukan cuma musibah alam. Ini juga cerminan dari infrastruktur air bersih yang belum merata, pengelolaan lingkungan yang lemah, dan minimnya ruang terbuka hijau untuk menyerap polusi.
Masalah kesehatan masyarakat di akar rumput ini menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim sudah nyata dirasakan warga. Diperlukan kerja sama antara dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, dan badan penanggulangan bencana untuk menangani situasi ini secara menyeluruh. Tanpa itu, kasus ISPA akan terus berulang setiap musim kemarau.