Kapolda Sumatera Utara Sonny Irawan minta jajarannya permudah urusan masyarakat
Kapolda Sumatera Utara Sonny Irawan minta seluruh personel permudah urusan warga dan jangan dipersulit saat bertugas

Sonny Irawan resmi menggantikan Whisnu Hermawan Februanto sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada awal Oktober 2026. Dalam pesan pertamanya kepada seluruh personel, ia meletakkan satu prinsip utama: permudah urusan warga, jangan dipersulit.
Pesan itu disampaikan saat serah terima jabatan berdasarkan Surat Telegram Korupsi Nomor ST/2205/X/KEP./2026. Sonny meminta setiap anggota memandang tugas kepolisian bukan sekadar kewajiban kedinasan, melainkan ladang ibadah yang pahalanya dihitung Tuhan.
"Satu tambah satu dua, tetapi di mata Tuhan satu tambah satu bisa seribu, bahkan bisa seratus ribu atau lebih dari itu," kata Sonny dalam refleksinya tentang nilai kebaikan yang tidak selalu bisa diukur secara manusiawi.
Prinsip itu diterjemahkannya ke dalam sikap konkret di lapangan. Setiap warga yang datang melapor, meminta perlindungan, atau sekadar menanyakan prosedur harus dilayani dengan jelas dan tanpa hambatan birokrasi yang tidak perlu. Ketulusan dalam melayani, menurut Sonny, akan meninggalkan dampak yang jauh melampaui perhitungan kasat mata.
Di luar pesan spiritualnya, pergantian ini juga membawa harapan untuk mempererat soliditas internal institusi. Sonny mengajak seluruh personel, mulai dari pejabat utama hingga bintara dan ASN Polri, menjaga kekompakan dan saling membangun semangat pengabdian bersama.
"Ayo sama-sama kita kompak, solid. Ayo sama-sama kita jadikan profesi Polri ini sebagai ladang ibadah kebaikan untuk kita semua, untuk masa depan kita, anak cucu kita nantinya," pesannya.
Baca Juga: Disdik Jawa Barat Gulirkan Empat Skema Bantuan Pendidikan untuk Tekan Angka Putus Sekolah
Pesan tentang pelayanan publik yang sederhana dan mudah ini sejalan dengan kebutuhan nyata masyarakat di berbagai wilayah. Di tingkat lokal sekalipun,响应 terhadap laporan warga sering kali tergantung pada sikap personel yang menerima. Satu sikap ramah danresponsive bisa menentukan apakah warga mau melapor lagi di kemudian hari atau memilih diam.
Di pundak itulah nilai pengabdian diukur, bukan di balik meja manajemen atau dalam upacara seremonial. Setiap interaksi antara polisi dan warga menjadi ruang donde pengabdian itu benar-benar terjadi atau sekadar menjadi wacana.