Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kantong Keripik Banyak Angin, Ini Penjelasan Sains di Baliknya

Bandung · Oleh ·

Kemasan keripik terlihat penuh tapi isinya sedikit karena terisi gas nitrogen yang menjaga kualitas dan melindungi produk dari kerusakan saat distribusi.

Kantong Keripik Banyak Angin, Ini Penjelasan Sains di Baliknya

Banyak pembeli keripik di Bandung merasa kecewa saat membuka kemasan yang terlihat tebal tapi isinya cuma separuh. Sisa ruangnya bukan kosong begitu saja, melainkan terisi gas nitrogen yang berfungsi menjaga keripik tidak cepat tengik.

Nitrogen dipilih karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah bereaksi dengan minyak di dalam keripik. Berbeda dengan oksigen yang memicu oksidasi, nitrogen justru menjadi lapisan pelindung. Tanpa gas ini, keripik bisa kehilangan rasa aslinya dalam hitungan hari.

Angin Ini Justru Melindungi Keripik

Keripik termasuk makanan yang sangat rapuh. Ruang udara di dalam kemasan bertindak sebagai bantalan selama proses distribusi. Tanpa penyangga ini, keripik akan hancur menjadi remah saat terbanting di gudang atau saat ditumpuk saat pengiriman jarak jauh.

Baca Juga: SariWangi Ajak Masyarakat Rayakan Kemerdekaan ke-81 Lewat Waktunya Ngeteh Indonesia di TMII Jakarta

Ukuran kemasan tidak bisa sembarangan diperkecil. Mesin pengemas otomatis butuh ruang tertentu untuk menyegel kemasan dengan rapat. Kalau terlalu sempit, seals bisa bocor dan keripik justru cepat basi karena udara luar masuk.

Berat Bersih Jadi Acuan, Bukan Ukuran Kemasan

Produsen tidak asal mengurangi isi keripik. Yang menentukan jumlah isi adalah angka pada label "Berat Bersih" atau Netto. Selama berat produk sesuai angka di kemasan, hak konsumen sudah terpenuhi.

Jadi kalau isinya terlihat sedikit, cek dulu berapa gram yang tertera. Bisa jadi keripiknya memang berbobot sesuai label, hanya bentuknya lebih pipih sehingga mengisi ruang secara berbeda.