Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kades US di Ciemas diamankan polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba, pemeriksaan berlangsung hingga malam

Jabar · Oleh · · Diperbarui 3 November 2026

Kades di Ciemas diamankan polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba, gelar perkara hari ini tentukan status hukumnya

Kades US di Ciemas diamankan polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba, pemeriksaan berlangsung hingga malam

Di kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi sorotan setelah seorang perangkatnya berinsial US ditangkap polisi. Oknum kepala desa itu menjalani pemeriksaan di ruangan Satuan Reserse Khusus narkoba Resort Sukabumi pada pukul 22.00 WIB, rabu malam (5/8/2026).

Petugas mengawal ketat mantan orang nomor satu di desa itu. Beberapa kerabatnya ikut hadir di lokasi. US terlihat mengenakan kemeja cokelat muda dengan lengan tergulung dan celana panjang gelap. Ia berjalan membungkuk, sementara petugas memegang erat bagian bahu dan punggungnya.

"Benar yang bersangkutan kita amankan, saat ini masih dalam pengembangan," kata Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Ajun Komisaris Besar Benny Cahyadi.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Jadwalkan Tanam Sentra Buah Akhir November 2026 di Tiap Desa

Polisi belum membeberkan jenis narkoba yang ditemukan. Penyidik masih mendalami apakah US berperan sebagai pengedar, pelaku utama, atau hanya penerima dalam kasus ini. Materi gelap dari jaringan narkoba yang menjerat kepala desa ini masih dalam pendalaman.

Di sisi lain, jajaran Satreskoba Resor Sukabumi menangani belasan perkara narkoba setiap tahun. Pada 2025, tercatat puluhan kasus narkoba sudah masuk proses hukum di wilayah hukum yang sama.

"Hari ini kita gelar, untuk menentukan status yang bersangkutan," terang Kepala Satreskoba Resor Sukabumi Ajun Komisaris Polisi Iwan Hendi saat dikonfirmasi, rabu (6/8/2026).

Baca Juga: Coca-Cola Pasang PLTS Atap 1,4 MW di Bekasi Plant 2 dan Tekan Emisi 1.180 Ton CO2 per Tahun

Gelar perkara menjadi penentu apakah US berstatus tersangka, saksi, atau justru dilepaskan. Polisi belum memutuskan apakah kasus ini melibatkan jaringan yang lebih luas atau berdiri sendiri.

Keterlibatan perangkat desa dalam kasus narkoba bukan kali pertama terjadi di Jawa Barat. Kondisi sosial ekonomi di pedesaan yang dekat dengan jalur transaksi menjadi salah satu faktor mendorong seseorang terjerat.