Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jusuf Kalla Dorong Masjid Agung Bandung Jadi Pusat Kemakmuran Umat

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Masjid Agung Bandung bersiap bertransformasi jadi pusat pemberdayaan masyarakat setelah kunjungan Jusuf Kalla. Fokus pada pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Jusuf Kalla Dorong Masjid Agung Bandung Jadi Pusat Kemakmuran Umat

Masjid Agung Bandung Siap Bertransformasi jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Masjid Agung Kota Bandung kini tengah bersiap untuk melakukan transformasi besar. Tidak lagi sekadar menjadi tempat ibadah, masjid bersejarah yang telah berdiri lebih dari dua abad ini diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan umat yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Langkah strategis ini mendapat dorongan langsung dari Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, yang baru saja meninjau langsung kondisi Masjid Agung Bandung. Kunjungan mantan Wakil Presiden RI tersebut menjadi momentum penting bagi pengelolaan masjid untuk memperluas perannya di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.

Dorongan Jusuf Kalla untuk Kemakmuran Masjid

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa pesan yang disampaikan Jusuf Kalla menjadi dorongan kuat bagi pengelola Masjid Agung untuk melakukan pembaruan. Selama ini, masjid seringkali hanya identik dengan tempat ibadah semata. Namun ke depan, Masjid Agung Bandung diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan umat yang menghadirkan manfaat langsung bagi warga.

"Alhamdulillah, Masjid Agung Kota Bandung kembali diramaikan oleh kehadiran Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla. Ini menjadi momentum yang akan terus kami gulirkan bersama Nazir Masjid Agung agar masjid ini selalu makmur dengan berbagai kegiatan," tutur Farhan, Selasa (16/6/2026).

Farhan menekankan bahwa konsep masjid yang mampu memakmurkan warga merupakan gagasan yang relevan dengan tantangan saat ini. Karena itu, Pemerintah Kota Bandung siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang akan dijalankan oleh pengelola masjid.

Fokus Transformasi: Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial

Nazir Masjid Agung Kota Bandung akan mulai menyusun program-program yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara komprehensif. Berikut beberapa bidang yang menjadi fokus transformasi:

Makna Kemakmuran Masjid menurut Jusuf Kalla

Jusuf Kalla menegaskan bahwa kemakmuran masjid tidak semata diukur dari bangunan yang megah atau ramainya jamaah saat beribadah. Dalam pandangannya, masjid yang hidup adalah masjid yang mampu menghadirkan manfaat nyata dan menjadi solusi bagi persoalan umat.

"Masjid yang sejati bukan hanya ditandai oleh arsitektur yang indah, melainkan kemampuannya memberikan manfaat konkret bagi masyarakat di sekitarnya," tegas JK dalam kesempatan tersebut.

Kontribusi Jusuf Kalla dalam pengembangan masjid di Indonesia telah lama menjadi sorotan. Dengan pengalaman puluhan tahun memimpin DMI, ia memahami bahwa masjid harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

Harapan untuk Masjid Agung Bandung

JK apresiasi keberadaan Masjid Agung Kota Bandung yang telah berdiri lebih dari dua abad lamanya. Masjid ini bukan sekadar landmark bersejarah, tetapi juga simbol spiritual dan kultural masyarakat Bandung.

Ke depan, Masjid Agung Bandung diharapkan terus berkembang menjadi:

Sinergi Pemerintah dan Pengelola Masjid

Transformasi Masjid Agung Bandung ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah kota dan pengelola masjid. Farhan menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program yang akan dijalankan.

"Kami di Pemerintah Kota Bandung siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang akan dijalankan oleh Nazir Masjid Agung. Ini adalah investasi untuk kemakmuran umat," jelas Farhan.

Dengan semangat baru ini, Masjid Agung Bandung diharapkan mampu menjadi модель bagi masjid-masjid lain di Indonesia dalam mengemban peran yang lebih luas bagi masyarakat. Transformasi ini bukan sekadar perubahan fisik, melainkan sebuah pembaruan paradigma tentang fungsi masjid di era modern.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan visi pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan, di mana institusi keagamaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup warga.