Jurnalis Ferry Prakosa Raih Juara 3 Lomba Karya Tulis Piala Presiden 2025, Ungkap Dampak Ekonomi Lokal
Jurnalis Ferry Prakosa raih juara 3 Lomba Karya Tulis Piala Presiden 2025 dengan tulisan yang mengangkat gengsi final dan dampak ekonomi lokal bagi UMKM sekitar venue pertandingan.

Jurnalis Ferry Prakosa berhasil meraih juara ketiga dalam Lomba Karya Tulis Piala Presiden 2025 kategori media cetak. Acara penganugerahan berlangsung di SCTV Tower, Jakarta, pada Minggu, 12 April 2026, di tengah antusiasme peserta dan tamu undangan.
Latar Belakang Ajang Lomba
Lomba Karya Media Piala Presiden 2025 dibuka untuk seluruh insan media di Indonesia, dengan kategori yang meliputi media cetak, media online, televisi, fotografi, hingga konten media sosial. Setiap kategori menawarkan total hadiah puluhan juta rupiah, dengan syarat setiap karya yang dikirim harus sudah dipublikasikan di media masing-masing dan sesuai dengan tema yang ditetapkan panitia. Panitia mengumumkan bahwa lebih dari ratusan peserta mendaftar ajang ini, dengan persaingan yang sangat ketat di setiap kategori. Ferry mengakui bahwa dia tidak menyiapkan apapun khusus untuk mengikuti lomba ini, dengan mindset "tidak ada yang bisa saya rugikan" saat mengirimkan karyanya.
Konten Karya yang Menarik Perhatian Juri
Karya yang dikirimkan Ferry adalah tulisan jurnalistik yang sudah tayang di media, dengan dua sudut pandang utama yang menjadi daya tarik utama:
- Gengsi Final Piala Presiden 2025: Pertandingan final yang mempertemukan klub internasional Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand, bukan sekadar duel sepak bola biasa, melainkan simbol peningkatan level kompetisi turnamen pramusim di Indonesia ke tingkat global. Menurut Ferry, kehadiran klub luar negeri ini menunjukkan bahwa Piala Presiden semakin mendapatkan daya tarik dan pengakuan di kancah internasional.
- Dampak Ekonomi Lokal: Selain aspek pertandingan, Ferry juga menyoroti perputaran ekonomi lokal yang timbul dari penyelenggaraan Piala Presiden, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sekitar venue pertandingan. Dia menilai bahwa aspek ini sering luput dari sorotan, meskipun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang kaki lima hingga sektor jasa.
Kata Ferry Setelah Meraih Penghargaan
Dalam wawancara usai menerima penghargaan, Ferry menyatakan bahwa dia tidak menyangka bisa masuk tiga besar di tengah persaingan yang ketat. Dia menambahkan bahwa keberhasilannya ini menjadi motivasi tersendiri untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang tajam dan berdampak.
"Saya tidak menyiapkan apapun khusus, cuma mengirim tulisan dengan mindset 'tidak ada yang bisa saya rugikan'", ujar Ferry.
Ferry juga berharap agar ajang seperti ini terus digelar di masa depan, sebagai wadah apresiasi bagi insan media di seluruh Indonesia. "Semoga ke depan makin banyak jurnalis yang ikut, karena ini jadi tempat untuk menunjukkan karya terbaik kita ke tingkat nasional", tambahnya.
Proses Seleksi yang Ketat
Seleksi karya lomba ini dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang terdiri dari para profesional di bidang media dan jurnalistik. Dewan juri menilai setiap karya berdasarkan kualitas tulisan, kedalaman sudut pandang, serta relevansi dengan tema besar yang diusung, yaitu transparansi, fairplay, prestasi, hiburan rakyat, dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM.
Keberhasilan Ferry meraih juara ketiga ini tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi bukti bahwa karya jurnalistik yang mengangkat isu lokal dan berdampak sosial dapat mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Dengan tulisannya, Ferry berhasil membawa perhatian pada dua aspek penting Piala Presiden 2025, yaitu gengsi turnamen dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.