Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jalur Puncak II Cianjur-Bogor: Empat Titik Longsor Masih Evakuasi

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

BPBD Cianjur bersama tim gabungan menangani jalur Puncak II tertutup longsor dan banjir di Kecamatan Cipanas, empat titik longsor masih dalam proses evakuasi.

Jalur Puncak II Cianjur-Bogor: Empat Titik Longsor Masih Evakuasi

Kondisi Darurat Banjir dan Longsor di Jalur Puncak II Cianjur-Bogor

Jalur akses alternatif antara Cianjur dan Bogor melalui Puncak II saat ini menghadapi hambatan serius akibat bencana alam yang dipicu curah hujan deras. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur bersama tim gabungan sedang berupaya membersihkan lumpur longsor yang menutup beberapa titik jalan.

Detail Kejadian Longsor dan Banjir di Desa Batulawang

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat menjelaskan bahwa hujan deras yang berlangsung dari Kamis petang hingga Jumat dini hari menyebabkan banjir dan longsor di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas. Menurut data yang dikumpulkan, sekitar 30 rumah terendam banjir pada malam Kamis, namun air surut sendiri dalam waktu satu jam. Meskipun begitu, warga sudah mulai membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir sejak pagi Jumat.

"Petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan membantu warga membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir agar dapat dihuni kembali dengan nyaman," kata Asep Sudrajat.

Empat Titik Longsor yang Menutup Jalur Puncak II

Selain banjir, curah hujan tinggi juga menyebabkan empat titik longsor sepanjang jalur Puncak II. Sebagian landasan jalan tertutup lumpur dengan ketebalan lebih dari 60 sentimeter, sehingga sangat rawan jika dilalui kendaraan, terutama roda dua.

Karena memasuki libur panjang akhir pekan, jalur ini banyak dilalui kendaraan yang membawa hasil bumi dari wilayah Cianjur ke Bogor dan sekitarnya. Oleh karena itu, tim penanganan bekerja dengan cepat agar lalulintas dapat kembali normal secepat mungkin.

"Petugas gabungan melakukan upaya cepat agar lumpur yang menutup landasan jalan di sejumlah titik dapat dibersihkan sehingga jalur Puncak II dapat dilalui kembali dari kedua arah Cianjur ke Bogor atau sebaliknya," tambah Asep.

Upaya Pencegahan Banjir Berulang di Desa Batulawang

Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi menambahkan bahwa banjir yang melanda tiga kampung di desanya disebabkan oleh saluran air di atasnya yang tidak berfungsi dengan baik. Saat curah hujan tinggi, air tidak dapat saluran dengan lancar sehingga meluap ke perkampungan.

Pihak desa bersama warga sudah melakukan pembersihan saluran air dari sampah dan lumpur sisa longsor untuk mengantisipasi banjir kembali terjadi saat curah hujan tinggi turun, terutama pada malam hari. Ia juga meminta warga untuk tetap siaga dan segera mengungsi jika hujan turun deras selama lebih dari dua jam.

"Kami minta warga untuk tetap siaga dan waspada segera mengungsi ketika hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua jam, saat ini penanganan banjir yang melanda tiga kampung sudah tuntas dilakukan," kata Nanang.

Implikasi Penutupan Jalur untuk Aktivitas Masyarakat

Penutupan jalur Puncak II tentu memengaruhi mobilitas masyarakat, terutama pada libur panjang ini. Selain itu, akses untuk mengirim hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan dari wilayah Cianjur ke pasar di Bogor juga terganggu. Tim penanganan berharap dapat menyelesaikan pembersihan secepat mungkin agar tidak terjadi gangguan yang lebih lama.