Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jalan Raya Gading Tutuka Soreang: Tempat Favorit Buruan Takjil Saat Ramadan

Bandung · Oleh Nabila Azzahra · · Diperbarui 2 Maret 2026

Suasana unik di Jalan Raya Gading Tutuka Soreang saat Ramadan, berubah jadi lokasi buruan takjil populer dengan keramaian dan aroma makanan yang menggoda

Jalan Raya Gading Tutuka Soreang: Tempat Favorit Buruan Takjil Saat Ramadan

Suasana Ramadhan yang Berbeda di Jalan Gading Tutuka Soreang

Pada hari kelima Bulan Ramadhan, Jalan Raya Gading Tutuka di Soreang, tepatnya di depan RSUD Oto Iskandar di Nata, mengalami perubahan drastis dibanding hari-hari biasa. Ruas jalan yang biasanya dilalui lancar oleh kendaraan berubah jadi "lautan makanan" dadakan, dipenuhi pengunjung yang berburu takjil jelang buka puasa. Suasana riuh, hangat, dan penuh tawa menyelimuti seluruh area, menciptakan nuansa khas bulan suci.

Keramaian dan Aroma yang Menggoda

Sejak sore hari, arus kendaraan roda dua dan empat terlihat merayap pelan, bercampur dengan ribuan pejalan kaki yang hilir mudik di antara deretan lapak dagangan. Pedagang berseruan menawarkan barang dagangan mereka, dengan klakson kendaraan dan teriakan pedagang saling menyatu dalam irama khas Ramadan. Aroma gorengan renyah yang baru terangkat dari wajan, campur dengan wangi manis es buah dan minuman kekinian, menyebar ke seluruh ruas jalan, menarik perhatian setiap pengunjung yang lewat.

Ragam Takjil yang Menanti Pembeli

Di sepanjang ruas jalan, tersaji ragam takjil yang menggoda selera. Mulai dari gorengan renyah seperti pisang goreng dan tahu goreng, ayam krispi, batagor, siomay, aneka camilan ringan, hingga minuman berwarna-warni yang tampak segar seperti es lumut hijau dan es buah. Banyak pengunjung yang sudah berhasil "menang perang" dalam perburuan takjil, membawa pulang plastik-plastik penuh makanan siap disantap saat azan magrib berkumandang.

Pengalaman Masyarakat dalam Berburu Takjil

Salah satu pengunjung, Nabila Asyifa Latief (21), mahasiswi berhijab pastel, mengatakan bahwa ia datang ke lokasi ini karena letaknya dekat rumah dan pilihan makanan yang beragam.

"Iya, ini habis mencari makan untuk buka puasa. Kebetulan rumah deket di sini. Ditambah di sini banyak makanan juga jadi ke sini," ujarnya pada Senin (23/2/2026).

Nabila menambahkan bahwa ia akan mencari makanan berat seperti nasi dan lauk sebelum pulang, meskipun harus berebut dengan pengunjung lain untuk mendapatkan makanan favoritnya.

"Paling nyari dulu temen nasi. Baru pulang. Alhamdulillah cuacanya juga cerah. Jadi bisa milih mau beli apa lagi," katanya.

Tak jauh dari Nabila, Tiara (22), warga asal Soreang, sibuk memotret segelas es lumut hijau sebelum memasukkannya ke tas belanja. Bagi ia, momen berburu takjil ini bukan hanya rutinitas membeli makanan berbuka, tapi juga menjadi hiburan dan ajang bersosialisasi.

"Lumayan capek, tadi ngantri beli es lumut hijau juga panjang. Ada mungkin 20 menit. Jadi di foto dulu. Nanti setelah ini mau nyari makan lagi," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa fenomena ini juga sering diabadikan sebagai konten media sosial untuk menunjukkan suasana Ramadan yang hangat dan menyenangkan kepada teman dan pengikut.

Fenomena yang Lebih dari Sekadar Rutinitas

Seiring berjalannya sore hari, keramaian di Jalan Raya Gading Tutuka semakin bertambah. Plastik-plastik berisi takjil dan makanan berat dipindahkan ke jok motor dan tangan-tangan pengunjung, siap dibawa pulang untuk disantap bersama keluarga di rumah. Fenomena ini tidak lagi sekadar rutinitas membeli makanan berbuka, tapi telah menjadi tradisi lokal yang dicintai oleh masyarakat Soreang. Bagi sebagian generasi muda, berburu takjil di lokasi ini menjadi kesempatan untuk bertemu teman, menikmati suasana Ramadan, dan membuat kenangan indah selama bulan suci.