Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jabar Siaga Nataru 2025: 25.641 Personel Gabungan Amankan Natal & Tahun Baru

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Operasi Lilin Lodaya 2025 di Jawa Barat mengerahkan 25.641 personel gabungan untuk keamanan Nataru, dengan 304 pos pengamanan di titik strategis. Jasa Marga memprediksi peningkatan lalu lintas 12,2% dari Jakarta ke Jabar, dengan pembatasan angkutan barang pada tiga periode libur.

Jabar Siaga Nataru 2025: 25.641 Personel Gabungan Amankan Natal & Tahun Baru

Analisis Siaga Keamanan dan Lalu Lintas Nataru 2025 di Jawa Barat

Siaga Keamanan Operasi Lilin Lodaya 2025: 25.641 Personel Gabungan Terjun

Untuk memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berjalan aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Jawa Barat, Polda Jabar meluncurkan Operasi Lilin Lodaya 2025 yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Jabar, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari 19 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Brigjen Adi Vivid menyatakan bahwa operasi ini mengerahkan total 25.641 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait. Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengedepankan pelayanan publik yang humanis dan sinergi lintas sektor sebagai kunci stabilitas keamanan.

"Operasi Lilin Lodaya bukan sekadar agenda pengamanan rutin, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi nilai sosial dan spiritual masyarakat," ujar Brigjen Adi Vivid.

Untuk mendukung operasi ini, sebanyak 304 pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu telah didirikan di berbagai titik strategis. Pos-pos ini berfungsi untuk merespons cepat kondisi darurat, memberikan informasi kepada masyarakat, serta memberikan layanan kesehatan jika diperlukan. Fokus pengamanan operasi ini meliputi:

Prediksi Lalu Lintas Nataru 2025: 2,8 Juta Kendaraan Keluar Jakarta ke Jabar

Sementara itu, Senior General Manager Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT), Widiyatmiko Nursejati, memprediksi sekitar 2,8 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama libur Nataru, terhitung mulai 28 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka ini menandai peningkatan 12,2% dari kondisi normal dan kenaikan 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pergerakan kendaraan dari Jakarta akan terbagi ke tiga arah utama:

Dari pergerakan ke arah timur, kendaraan yang melewati Cikampek Kilometer 66 akan terpecah menjadi dua arah:

Widiyatmiko juga menjelaskan bahwa rencana rekayasa lalu lintas selama Nataru akan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Polri yang ditetapkan pada 28 November 2025.

"Berdasarkan SKB itu, pelaksanaan rekayasa lalu lintas ruas Tol Cikampek-Padalarang-Cileunyi akan ditentukan oleh diskresi dari kepolisian," tambah Widiyatmiko.

Pembatasan Angkutan Barang Selama Libur Nataru 2025

Untuk mengurangi kemacetan dan memastikan kelancaran lalu lintas selama libur Nataru, pemerintah telah menetapkan tiga periode pembatasan angkutan barang:

Pembatasan ini bertujuan untuk memberikan ruang lebih bagi kendaraan pribadi yang sedang melakukan perjalanan libur, sehingga mengurangi risiko kemacetan di jalan raya dan tol.

Sinergi Lintas Sektor sebagai Kunci Keberhasilan Nataru Aman dan Lancar

Kesuksesan perayaan Nataru di Jawa Barat tidak hanya bergantung pada siaga keamanan dari Polda Jabar, tetapi juga pada sinergi yang erat antara berbagai instansi, termasuk Jasa Marga, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati libur Nataru dengan tenang, tanpa khawatir tentang keamanan atau kemacetan lalu lintas.

Brigjen Adi Vivid menekankan bahwa operasi ini tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga pada pelayanan masyarakat. Misalnya, pos terpadu yang didirikan dapat memberikan bantuan medis, informasi tentang lalu lintas, dan bantuan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkannya.