Jabar Pastikan Layanan Literasi Tetap Jalan Saat Gasibu Ditata, Ini Solusinya
Jabar pastikan layanan literasi tidak terganggu saat Gasibu ditata dengan transformasi perpustakaan digital dan arahan ke Perpustakaan Umum Kota Bandung.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah strategis untuk menjamin keberlangsungan layanan literasi masyarakat selama proses penataan kawasan Lapangan Gasibu dan halaman Gedung Sate di Bandung berlangsung.
Langkah Adaptif Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa transformasi perpustakaan di kawasan Gasibu menjadi perpustakaan digital bukan sekadar langkah teknis, melainkan bentuk komitmen pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: KDM Tegaskan Belum Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun ke SMI
"Insya Allah, Lapangan Gasibu terintegrasi dengan halaman Gedung Sate dan masyarakat tetap mendapatkan layanan literasi," tegas Herman Suryatman pada 14 Juli 2026.
Langkah ini dianggap sebagai solusi adaptif yang memungkinkan masyarakat tetap mengakses layanan literasi tanpa terhalang oleh aktivitas pembangunan fisik yang sedang berlangsung.
Fakta di Balik Penataan Kawasan Gasibu
Penataan Lapangan Gasibu dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fungsi kawasan sebagai ruang terbuka publik yang multifungsi. Setiap harinya, ribuan warga Bandung memadati area ini untuk berbagai aktivitas:
Baca Juga: Pembangunan PLTS Saguling Capai 47 Persen, Ditarget Beroperasi April 2027
- Olahraga pagi dan sore
- Jalan kaki dan bersepeda
- Rekreasi keluarga di akhir pekan
- Berbagai kegiatan komunitas
Herman menjelaskan bahwa aktivitas luar ruang yang tinggi ini membutuhkan ruang yang lapang, aman, dan mendukung mobilitas tinggi. Integrasi antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu menjadi kunci menciptakan ruang publik berkualitas di Jawa Barat.
Opsi Alternatif untuk Penggemar Baca Fisik
Bagi masyarakat yang tetap menginginkan suasana perpustakaan fisik konvensional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan referensi utama:
Perpustakaan Umum Kota Bandung
- Lokasi: Jalan Seram Nomor 2, Bandung
- Kedekatan: Tidak jauh dari area Gedung Sate dan Lapangan Gasibu
- Akses: Mudah dijangkau dari pusat Kota Bandung
Lokasi strategis ini memastikan warga yang biasa beraktivitas di jantung Kota Bandung tetap dapat menjangkau layanan buku fisik dengan mudah selama masa transisi.
Visi Besar Digitalisasi Literasi Jawa Barat
Transformasi digital ini bukan sekadar solusi jangka pendek atas penataan lahan, melainkan bagian dari visi besar penguatan ekosistem literasi di Jawa Barat. Pemerintah meyakini bahwa ruang publik yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan kemudahan akses ilmu pengetahuan.
"Semangat literasi akan tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat," tutup Herman Suryatman.
Dampak Positif yang Diharapkan
Dengan kolaborasi antara infrastruktur digital dan penataan ruang fisik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat dapat menikmati:
- Fasilitas publik yang lebih modern dan reprezentatif
- Kenyamanan ruang terbuka yang lebih luas dan tertata
- Akses literasi yang tidak terputus melalui platform digital
- Lingkungan edukatif yang mendukung gaya hidup membaca
Langkah transformasi ini menunjukkan bahwa penataan kota tidak harus mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat akan ilmu pengetahuan.Justru sebaliknya, proses ini menjadi momentum untuk menghadirkan sistem literasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jawa Barat.