Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Investor Muda Ciayumajakuning Parkir Rp378 Miliar di Reksa Dana Syariah

Bandung · Oleh ·

34.000 investor muda di Ciayumajakuning menempatkan Rp378 miliar di reksa dana syariah, dari total 750.000 investor reksa dana di wilayah itu

Investor Muda Ciayumajakuning Parkir Rp378 Miliar di Reksa Dana Syariah

Sebanyak 34.000 investor menempatkan dana di reksa dana syariah wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan dengan nilai aset Rp378 miliar. Otoritas Jasa Keuangan mencatat kelompok usia muda mendominasi daftar pemilik aset tersebut.

Angka itu baru sebagian kecil dari total investor reksa dana di Ciayumajakuning yang mencapai sekitar 750.000 orang. Jumlahnya setara 12 persen dari 6,2 juta investor reksa dana di Jawa Barat. Artinya, dana syariah masih menempati porsi tipis dibandingkan basis investor yang sudah ada.

Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi OJK, Sujanto, menilai pemahaman masyarakat soal keuangan belum tentu berlanjut jadi keputusan berinvestasi. Menurut dia, edukasi perlu mendorong orang benar-benar masuk ke pasar modal.

Baca Juga: Warkop Agam Laen Buka di Margonda Depok dengan Mie Bangladesh Racikan Chef Pidie

"Yang paling penting adalah bagaimana mereka itu bukan hanya literasinya, tetapi inklusinya, bagi mereka itu nanti masuk ke pasar modal."

Sujanto menambahkan, masih ada ruang besar untuk menambah jumlah partisipan di pasar modal. Dia menyebut kelompok muda sebagai calon investor yang pemahamannya bisa matang seiring waktu.

"Bagaimanapun mereka itu adalah calon-calon investor yang sophisticated di masa depan."

Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon memegang porsi terbesar. Kedua wilayah itu mencatat sekitar 400.000 investor reksa dana dengan total aset mendekati Rp1 triliun, jauh di atas nilai aset reksa dana syariah di seluruh Ciayumajakuning.

Baca Juga: Panasonic Kumpulkan Dealer di Bali, Incar Pasar Elektronik Rumah Tangga Tumbuh 6,5 Persen per Tahun sampai 2030

Bagi pembaca muda di Bandung Raya, pola ini tidak asing. Minat generasi muda pada instrumen investasi naik, tetapi sering berhenti di tahap mengenal produk. Platform digital sudah membuka akses, misalnya lewat fitur reksa dana di aplikasi BRImo yang menyasar nasabah dari Bandung.

Perbandingan lain datang dari dana sosial. Penghimpunan dana kurban Baznas Kabupaten Bandung naik ke Rp2,1 miliar, sementara solidaritas warga Bandung untuk bencana Sumatra menembus Rp3 miliar lebih. Dana publik di Jawa Barat bergerak dalam jumlah besar, tapi tidak semuanya masuk ke produk investasi.

Sujanto menekankan pentingnya literasi yang menyertai pertumbuhan inklusi. Menurutnya, masyarakat perlu mengenali pilihan investasi sesuai kemampuan keuangan dan tingkat risiko yang bisa diterima.

Jumlah 34.000 investor syariah di empat kabupaten dan kota itu menunjukkan pasar belum tergarap penuh. Dengan basis 750.000 investor reksa dana di wilayah yang sama, selisihnya masih lebar.