Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Insiden Suporter Persib vs Ratchaburi: Dampak pada Atmosfer Stadion

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Setelah laga Persib vs Ratchaburi, sekelompok suporter turun ke lapangan, memicu kericuhan kecil. Pelatih Bojan Hodak menegaskan insiden terbatas pada minoritas, sementara mayoritas pendukung tetap memberi dukungan luar biasa.

Insiden Suporter Persib vs Ratchaburi: Dampak pada Atmosfer Stadion

Latar Belakang Pertandingan

Pada 18 Februari 2026, Persib Bandung menjamu Ratchaburi FC dalam leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025‑2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Kedua tim bersaing ketat, namun keputusan wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani, menimbulkan protes dari sebagian penonton.

Insiden di Lapangan

Setelah peluit akhir, sejumlah suporter Persib turun ke lapangan dengan tujuan mendekati wasit. Kejadian ini dipicu oleh kekecewaan terhadap keputusan kontroversial yang dianggap menguntungkan lawan. Aksi tidak terorganisir tersebut menimbulkan kericuhan ringan, meski tidak berujung pada kerusakan properti yang signifikan.

Pernyataan Pelatih Bojan Hodak

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyampaikan keprihatinannya lewat konferensi pers:

"Aksi ini dilakukan oleh kelompok kecil, tidak mencerminkan mayoritas pendukung Persib yang hadir di stadion."

Ia menekankan bahwa atmosfer kandang tetap menjadi keunggulan kompetitif bagi Persib, mengingat tekanan yang dirasakan tim tamu seperti Bangkok United dan Ratchaburi ketika bermain di GBLA. Hodak juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab pribadi:

Dampak Terhadap Atmosfer Stadion

Meskipun insiden menodai citra keamanan, data menunjukkan bahwa 29.900 suporter tetap memberikan dukungan luar biasa selama pertandingan. Analisis psikologis mengindikasikan bahwa konsistensi dukungan massa dapat menetralkan efek negatif perilaku minoritas.

Langkah Keamanan Kedepan

Pihak operasional stadion dan kepolisian merencanakan tindakan preventif:

  1. Peningkatan pos keamanan di area lapangan dan koridor masuk.
  2. Penerapan teknologi CCTV yang lebih canggih untuk identifikasi pelaku.
  3. Kampanye edukasi kepada suporter tentang kode etik stadion.
  4. Koordinasi dengan komunitas suporter untuk penegakan disiplin internal.

Implementasi langkah‑langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kejadian serupa, sekaligus mempertahankan suasana supporter yang energik namun aman.

Kesimpulan

Insiden kecil yang terjadi setelah laga Persib vs Ratchaburi mencerminkan dinamika antara emosi suporter dan tuntutan keamanan modern. Dengan dukungan mayoritas fanbase yang positif serta respons proaktif dari manajemen klub dan aparat, potensi dampak negatif dapat diredam, menjadikan GBLA tetap sebagai arena yang menakutkan bagi lawan dan nyaman bagi suporter.