Insiden Konvoi Juara Persib: Sorotan Moral Generasi Muda Bandung
Konvoi kemenangan Persib Bandung setelah hattrick Liga 1 diwarnai insiden, termasuk korban jiwa. Edwin Senjaya soroti degradasi moral generasi muda dan meminta evaluasi kurikulum pendidikan.

Persib Bandung mencetak sejarah baru dalam sepak bola Indonesia setelah meraih gelar juara Liga 1 secara berturut-turut untuk ketiga kalinya (hattrick) – menjadi klub pertama dalam sejarah Liga Indonesia yang meraih prestasi ini. Untuk merayakan prestasi tersebut, klub berjuluk Maung Bandung menggelar konvoi kemenangan pada Minggu, 24 Mei 2026, yang rute nya dimulai dari Gedung Sate hingga Jalan Asia Afrika di Kota Bandung. Namun, acara yang seharusnya penuh sukacita ini diwarnai sejumlah insiden yang tidak diinginkan, yang kemudian menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya.
Konvoi Kemenangan yang Diwarnai Berbagai Insiden
Berdasarkan data terbaru, setidaknya ada 122 orang yang menjadi korban insiden selama konvoi berlangsung, dengan dua di antaranya meninggal dunia yang diduga terkait konsumsi minuman keras. Dari jumlah korban tersebut, 70 di antaranya adalah warga Kota Bandung, dengan beberapa harus dirawat di rumah sakit, sementara yang lain sudah pulang dan menjalani perawatan jalan. Selain korban jiwa dan cidera, konvoi ini juga dicatat memiliki sejumlah kejadian negatif lain, seperti:
- Perilaku yang mengganggu para pemain dan pelatih Persib Bandung
- Keributan antar sesama suporter
- Perusakan fasilitas umum
- Berbagai pelanggaran peraturan lalu lintas
Edwin Senjaya menekankan bahwa kejadian-kejadian ini sangat memprihatinkan, terutama aksi kekerasan yang menyebabkan korban jiwa. Dalam sebuah pernyataan, ia menyampaikan kekhawatirannya:
"Paling membuat saya prihatin itu adanya aksi kekerasan yang sampai menimbulkan korban jiwa. Saya melihat sepertinya ada yang salah di tengah-tengah masyarakat kita. Kenapa sesama pendukung, sesama warga Kota Bandung, bahkan sesama warga Jawa Barat, bisa saling melukai sampai akhirnya merenggut jiwa seseorang?"
Sorotan Edwin Terhadap Kondisi Moral Generasi Muda
Edwin Senjaya juga menyoroti adanya degradasi moral dan akhlak di kalangan generasi muda saat ini, yang menjadi pemicu terjadinya kejadian-kejadian tak terpuji selama konvoi. Ia menyebut telah menemukan video yang menunjukkan sejumlah perempuan muda mengeluarkan kata-kata tak pantas selama acara berlangsung.
Menurutnya, hal ini harus menjadi evaluasi serius bagi Pemerintah Kota Bandung, khususnya Dinas Pendidikan. Ia menegaskan bahwa kurikulum yang diberikan kepada siswa, terutama mata pelajaran Budi Pekerti, Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), harus mendapatkan porsi yang sesuai dan berkualitas:
"Ini harus menjadi evaluasi bagi Dinas Pendidikan apakah kurikulum yang diberikan utamanya mata pelajaran Budi Pekerti, Agama, dan PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) mendapat porsi yang sesungguhnya atau tidak,"
Permintaan untuk Menertibkan Barang Haram dan Prosedur Acara
Selain masalah moral, Edwin Senjaya juga menekankan bahwa sejumlah aksi kekerasan selama konvoi dipicu oleh konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Ia meminta Pemkot Bandung dan aparat keamanan untuk memberikan perhatian khusus terhadap peredaran kedua barang haram tersebut di Kota Bandung.
"Ke depan, persoalan ini harus menjadi perhatian bersama. Kami melihat peredaran obat-obatan terlarang di Kota Bandung juga harus lebih ditertibkan," ucapnya.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung ini juga menyoroti adanya oknum-oknum tak bertanggung jawab yang datang tidak untuk merayakan kemenangan Persib Bandung, melainkan hanya untuk mengacaukan acara. Oknum-oknum ini, menurutnya, diduga kuat menjadi pemicu terjadinya insiden-insiden tak diinginkan selama konvoi.
Edwin Senjaya kemudian menekankan perlunya evaluasi protokol dan prosedur untuk acara serupa di masa mendatang, serta mendorong aparat terkait untuk lebih memperhatikan aspek keamanan.
Terakhir, Edwin Senjaya tidak lupa menyampaikan selamat kepada Persib Bandung atas raihan prestasi historis mereka sebagai klub pertama yang meraih hattrick juara Liga 1 Indonesia. Ia berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.