Igor Tolic Minta Bobotoh yang ke Semarang Jaga Keselamatan, Sebut Nyawa Lebih Penting dari Hasil
Igor Tolic mengapresiasi loyalitas Bobotoh yang ikut tandang ke Semarang dan meminta mereka mengutamakan keselamatan, dengan menyebut nyawa lebih penting dari hasil laga.

Perjalanan tandang ke Semarang menjadi ujian tersendiri bagi Bobotoh yang ikut mendampingi Persib pada pekan kesembilan Super League 2026/2027. Laga melawan Java United di Stadion Jatidiri, Minggu, 8 November 2026, menuntut suporter menempuh jarak sekitar 350 kilometer dari Bandung, baik lewat jalur darat maupun udara. Pelatih Persib, Igor Tolic, menaruh perhatian pada perjalanan itu, bukan hanya pada pertandingannya.
Tolic menyampaikan pesan itu menjelang laga, seperti dikutip laman resmi Persib. Pelatih asal Kroasia tersebut meminta Bobotoh mengutamakan keselamatan sejak berangkat hingga kembali ke rumah masing-masing.
"Dan saya hanya ingin berdoa agar semua yang datang ke Semarang selamat dalam perjalanan ke sini maupun saat kembali pulang. Karena nyawa jauh lebih penting, jadi mohon berhati-hati," kata Tolic.
Baca Juga: Gol Raihan Maulana di Menit 86 Bawa Persib U20 Kalahkan Arema FC 2-1
Pesan itu keluar dari penilaiannya atas peran suporter selama ini. Menurut Tolic, dukungan Bobotoh tidak bergantung pada hasil pertandingan. Baik menang, kalah, maupun imbang, mereka tetap berada di belakang tim dan memberi energi tambahan bagi pemain di lapangan.
"Menurut saya, Bobotoh sangatlah penting. Mereka membawa kita dalam pertandingan, mereka memberikan banyak energi positif. Menang, kalah, imbang, mereka selalu bersama kami, memberikan dukungan," ujarnya.
Energi Positif di Stadion Lawan
Bagi tim tamu, kehadiran suporter di tribun stadion lawan punya fungsi teknis, bukan sekadar seremoni. Sorakan yang terdengar di Stadion Jatidiri bisa membantu pemain bertahan dari tekanan atmosfer kandang Java United, terutama ketika tempo pertandingan menurun di babak kedua.
Baca Juga: Tertinggal 0-1 dari Arema FC, Persib U16 Balas Tiga Gol via Dua Gol Mahdine Sumanda dan Menang 3-1
Persib sendiri punya catatan panjang soal mobilitas Bobotoh di laga tandang. Sebelum pandemi, rombongan suporter rutin memenuhi stadion-stadion di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tradisi itu sempat terhenti beberapa musim, lalu pulih bertahap setelah kompetisi kembali bergulir dengan penonton.
Kebiasaan Bobotoh menempuh perjalanan jauh juga terlihat di ajang lain. Pada September lalu, komunitas suporter menggalang donasi untuk korban karhutla lewat PERSIB App dengan nominal Rp10.000 sampai Rp100.000, yang menunjukkan jaringan Bobotoh tersebar di banyak daerah dan kerap bergerak bersama.
Apa Artinya untuk Laga di Jatidiri
Pekan kesembilan menempatkan Persib di fase tengah putaran pertama. Hasil di Semarang akan menentukan posisi tim di papan klasemen sebelum jadwal padat berikutnya, termasuk laga besar melawan Persija yang sudah lama dinanti Bobotoh. Sebelumnya, Igor Tolic sempat menyoroti kontribusi Uilliam Barros untuk Persib, tanda bahwa rotasi pemain masih menjadi persoalan yang ia kelola.
Dari sisi taktik, kehadiran suporter tandang biasanya mendorong pelatih bermain lebih agresif sejak menit awal. Tekanan ke area pertahanan lawan lebih mudah dipertahankan ketika pemain mendapat respons dari tribun, bukan hanya dari bangku cadangan.
Namun Tolic memilih menutup pesannya dengan hal yang lebih mendasar. Ia menilai semangat mendukung tim harus tetap diiringi kesadaran menjaga keselamatan diri, dan antusiasme menyaksikan laga langsung tidak boleh membuat Bobotoh mengabaikan risiko selama perjalanan. Pernyataan itu ia sampaikan tanpa menyebut insiden tertentu.
Bagi pembaca di Bandung Raya yang berencana berangkat, pesan tersebut praktis: perjalanan pulang setelah pertandingan malam sering menjadi bagian paling melelahkan, terutama bagi rombongan yang memakai kendaraan pribadi atau bus. Perjalanan darat Bandung-Semarang lewat Tol Trans Jawa menempuh waktu sekitar enam sampai tujuh jam, dan sebagian besar Bobotoh baru tiba kembali pada Senin dini hari.
Sumber: persib.co.id