Gol Raihan Maulana di Menit 86 Bawa Persib U20 Kalahkan Arema FC 2-1
Persib U20 menang 2-1 atas Arema FC lewat gol Eriko Sulastiano dan Raihan Maulana di menit 86, dengan tiga poin dari pemain pengganti.

Tertinggal lebih dulu tidak membuat Persib U20 kehilangan arah. Maung Ngora menutup laga Grup B Elite Pro Academy ONE di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 7 November 2026, dengan kemenangan 2-1 atas Arema FC, dan tiga poin itu lahir dari kaki pemain yang baru masuk di babak kedua.
Arema FC membuka keunggulan cepat. Penyerang mereka, Muhammad Dimas Aryagyna, mencetak gol ketika laga baru berjalan empat menit. Persib U20 butuh waktu untuk keluar dari tekanan, lalu perlahan mengambil alih kendali permainan.
Gol penyama kedudukan baru datang pada menit ke-53 lewat Eriko Sulastiano. Skor 1-1 bertahan cukup lama, sampai Raihan Maulana memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-86. Raihan sendiri masuk di awal babak kedua menggantikan Azka Fawwaz.
Baca Juga: Tertinggal 0-1 dari Arema FC, Persib U16 Balas Tiga Gol via Dua Gol Mahdine Sumanda dan Menang 3-1
Pelatih Persib U20, Dodik Wahyudi, menilai pergantian itu berjalan sesuai rencana. Menurutnya, para pemain yang masuk dari bangku cadangan menjalankan instruksi dan mengubah jalannya pertandingan.
"Alhamdulillah, hari ini kami mendaftar tiga poin. Saya salut dengan perjuangan anak-anak setelah mereka tertinggal, tapi kemudian bisa mengubah kedudukan dengan mengimplementasikan taktik dari tim pelatih," kata Dodik setelah pertandingan.
Dodik juga berharap tren positif dari pemain pengganti berlanjut ke laga berikutnya, seperti disampaikan laman resmi Persib. Baginya, kepercayaan yang diberikan kepada pemain rotasi harus dibayar dengan kontribusi nyata di lapangan.
Baca Juga: Persib Buka Coaching Clinic PERSIBDay Festival untuk 7.000 Anak Usia 7-14 Tahun di Stadion Persib
Tambahan tiga poin membuat Persib U20 mengoleksi 17 poin dan menempati peringkat keempat klasemen sementara Grup B. Arema FC tetap di posisi kedua dengan 19 poin. Jarak dua angka itu membuat posisi Maung Ngora masih terbuka untuk digeser, dengan catatan laga yang tersisa dimanfaatkan tanpa kehilangan poin.
Kemenangan ini juga mengulang pola yang sudah terlihat di tim senior. Pada laga melawan PSBS, Persib sempat susah payah sebelum menang dan balik ke puncak klasemen. Pola serupa muncul di level akademi, ketika gol penentu baru lahir di menit-menit akhir.
Bagi pembaca yang mengikuti jalur pembinaan, laga ini memperlihatkan bagaimana rotasi dipakai sebagai alat taktik, bukan sekadar penyegaran tenaga. Raihan masuk untuk menambah daya gedor di babak kedua, dan hasilnya terlihat dari gol pada menit ke-86. Cara seperti ini yang biasanya diuji lebih keras ketika Persib U20 bertemu tim dengan lini belakang rapat.
Dari sisi susunan pemain, keputusan Dodik menyimpan Azka Fawwaz di bangku cadangan setelah jeda memberi ruang bagi tipe penyerang yang berbeda. Persib U20 tidak lagi hanya menyerang dari satu pola, dan Arema FC kehilangan pegangan di sepertiga akhir pertandingan.
Ada juga catatan soal mental bertanding. Tertinggal empat menit pertama di kandang sendiri biasa membuat tim muda kehilangan bentuk permainan. Persib U20 justru menaikkan tempo dan menunggu celah, lalu memecah kebuntuan lewat gol Eriko sebelum Raihan menutup laga.
Sumber: persib.co.id