Persib U18 Jamu Arema FC di Arcamanik, Tito Agung Setiawan Benahi Finishing dan Lini Belakang
Persib U18 menjamu Arema FC di SPOrT Jabar Arcamanik dengan fokus membenahi finishing dan lini belakang setelah kehilangan poin di Solo

Persib U18 kembali bermain di kandang sendiri dengan modal yang belum sepenuhnya rapi. Setelah pulang dari Solo tanpa hasil yang diinginkan, Maung Ngora menjamu Arema FC pada lanjutan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 7 November 2026.
Pelatih Persib U18, Tito Agung Setiawan, menyebut penyelesaian akhir jadi prioritas utama dalam persiapan. Menurut keterangan klub di persib.co.id, para pemain sudah menjalani rangkaian latihan sejak kembali dari Solo pada Senin, 2 November 2026, dan sesi terakhir dipakai khusus mengasah finishing.
Tito menilai hasil di Solo seharusnya bisa lebih baik. Persib U18 disebut punya peluang untuk menang, tetapi sejumlah kesempatan gagal berubah menjadi gol. Persoalan itu yang kini dibenahi jelang laga kandang.
"Tim sudah siap untuk bertanding. Setelah sesi latihan terakhir tadi, kami asah finishing karena kalau melihat pertandingan melawan Persis Solo, sebenarnya kami bisa menang. Sayang, beberapa peluang tidak bisa dikonversi menjadi gol," kata Tito.
Masalah tidak berhenti di depan. Lini belakang juga jadi sorotan karena Persib U18 beberapa kali kebobolan lebih dulu saat bertandang ke Persis Solo. Evaluasi pertahanan diulang di sesi latihan terakhir agar kesalahan serupa tidak terulang melawan Arema FC.
"Kami juga tingkatkan kualitas di pertahanan karena ditemukan ada titik lemah meskipun di pertandingan hari Minggu, kami sudah perbaiki tapi tetap, selama persiapan untuk pertandingan besok, kami perbaiki lagi kualitas pertahanan," ujar Tito.
Dari sisi klasemen, Persib U18 masih menempati peringkat kelima Grup B dengan sembilan poin, sementara Arema FC ada di dasar grup dengan empat poin. Selisih lima poin itu tidak membuat Tito memasang target kemenangan semata karena peringkat lawan. Ia menilai skuadnya kehilangan terlalu banyak poin dibandingkan kemampuan yang dimiliki para pemain.
"Karena terlalu banyak kehilangan poin dan mengingat sebenarnya, tim ini punya kemampuan jadi saya rasa, realistis jika menargetkan poin penuh dan semoga bisa unggul lebih dulu karena itu akan buat anak-anak lebih percaya diri," tutupnya.
Catatan kebobolan lebih dulu itu relevan dengan pola pertahanan tim-tim Persib di level lain. Kemenangan 1-0 atas Persita di tim senior bulan lalu ikut ditopang rapatnya lini belakang, seperti diulas dalam artikel Reijnders Puaskan Pertahanan Persib di Kemenangan 1-0 atas Persita. Bagi pembaca Bandung Raya yang memantau jalur pembinaan, persoalan yang sama muncul di dua level berbeda: menjaga konsentrasi sejak menit awal.
Persib U18 sendiri bukan tim yang asing dengan laga kandang di Bandung. Sebelumnya, tim ini menang 4-3 atas PSM Makassar di EPA 2025/26, hasil yang memperlihatkan potensi mencetak gol sekaligus kerentanan di lini belakang, sebagaimana terlapor dalam artikel PERSIB U18 Menang 4-3 atas PSM Makassar di EPA 2025/26 Bandung.
Bagi Tito, mencetak gol lebih dulu bukan sekadar soal angka. Ia menyebut keunggulan awal akan menambah kepercayaan diri pemain muda, yang sepanjang musim ini kerap bermain dalam posisi tertinggal. Dua pekerjaan rumah, finishing dan disiplin bertahan, akan diuji langsung di Arcamanik.
Sumber: persib.co.id