Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Fitrah Maulana Sebut Tangisnya Usai Persib Tumbangkan Melbourne Victory karena Haru, Bukan Penyesalan

Bola · Oleh ·

Fitrah Maulana menangis setelah Persib menang 2-1 atas Melbourne Victory bukan karena penyesalan atas gol bunuh diri Julio Cesar, melainkan karena haru menjadi bagian tim.

Fitrah Maulana Sebut Tangisnya Usai Persib Tumbangkan Melbourne Victory karena Haru, Bukan Penyesalan

Kiper Persib Bandung, Fitrah Maulana, menitikkan air mata setelah laga melawan Melbourne Victory di AAMI Park, Rabu, 4 November 2026. Air mata itu datang beberapa menit setelah Julio Cesar mencetak gol bunuh diri pada menit 71 yang sempat membuat Maung Bandung tertinggal 0-1 dari tuan rumah.

Kekalahan hampir terjadi. Namun Luka Menalo menyamakan kedudukan pada menit 85, lalu Balsa Sekulic memastikan kemenangan 2-1 pada menit 90. Hasil itu membawa Persib pulang dengan tiga poin dan memastikan tiket ke babak 16 besar ACL Two.

Kesalahan Fitrah dalam mengantisipasi bola menjadi awal gol pembuka Melbourne Victory. Kiper bernomor punggung 81 itu kemudian menjelaskan bahwa tangisannya bukan semata-mata penyesalan atas insiden tersebut.

Baca Juga: Persib Tiba di Semarang Pukul 18.00 Usai Rute Melbourne-Denpasar-Jakarta, Dedi Kusnandar Langsung Diistirahatkan

"Saya kemarin menangis karena terharu, bangga bisa menjadi bagian dari tim ini. Semua seperti keluarga, saling mendukung, tidak menjatuhkan," kata Fitrah setibanya di Semarang, Kamis, 5 November 2026.

Menurut keterangan klub di persib.co.id, tidak ada rekan setim maupun anggota tim pelatih yang menyalahkan Fitrah setelah kesalahan itu. Kiper jebolan Akademi Persib tersebut menyebut kebersamaan dan kepercayaan dari seluruh anggota tim sebagai hal yang paling berarti baginya dalam momen tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim pelatih dan Bobotoh yang tetap memberi dukungan, baik kepada dirinya maupun pemain lain. Fitrah menilai pengalaman di Melbourne sebagai bekal memperkuat mental dan memperbaiki kemampuannya di bawah mistar gawang.

Baca Juga: Gol Menalo dan Sekulic di 5 Menit Terakhir Bawa Persib Menang 2-1 di Melbourne dan Kunci Tiket 16 Besar

"Kita tidak bisa menghindari kesalahan, tapi kita bisa belajar dari kesalahan itu dan menjadi lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Posisi Fitrah di Bawah Mistar

Laga di Melbourne merupakan bagian dari fase grup yang sebelumnya sudah dibahas dalam liputan soal jadwal Grup E ACL Two. Persib menutup grup dengan sapu bersih kemenangan, seperti tercatat dalam laporan kemenangan 2-1 atas Melbourne Victory.

Bagi pembaca di Bandung Raya, insiden Menit 71 itu penting karena menyangkut siapa yang berdiri di bawah mistar pada fase gugur nanti. Rotasi kiper di laga-laga padat kerap jadi titik rawan, terutama ketika pertahanan Persib bermain tinggi dan bola panjang lawan datang cepat ke area penalti.

Kesalahan semacam itu juga bukan hal baru dalam sepak bola modern. Distribusi dan pengambilan posisi kiper menjadi bagian dari taktik, bukan sekadar refleks. Tim pelatih Persib disebut tetap memberi kepercayaan penuh kepada Fitrah setelah laga, menurut keterangan resmi klub.

Barisan jadwal yang rapat turut menjadi konteks. Persib sempat memajukan laga di Bogor sehari lebih awal untuk persiapan lawan Melbourne Victory, seperti diulas dalam artikel soal perubahan jadwal tersebut. Rombongan kemudian menempuh rute Melbourne, Denpasar, Jakarta sebelum tiba di Semarang pada Kamis sore.

Kemenangan di AAMI Park memberi Persib modal poin penuh dan tambahan kepercayaan diri sebelum menghadapi babak 16 besar. Bagi Fitrah, laga itu meninggalkan dua hal sekaligus: satu kesalahan yang harus dievaluasi dan satu kemenangan yang membuatnya menangis di ruang ganti.

Sumber: persib.co.id