HIPMI Jawa Barat Perkuat Ekosistem Pengusaha Muda Lewat Pengukuhan Badan Semi Otonom
HIPMI Jabar mengukuhkan sembilan BSO untuk memperkuat peran pengusaha muda 2026. Organisasi optimistis ekonomi Jabar tumbuh 2–3 persen didukung UMKM dan program pemerintah.

HIPMI Jabar Kukuhkan BSO, Perkuat Peran Pengusaha Muda 2026
KOTA BANDUNG — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Barat mengukuhkan kepengurusan Badan Semi Otonom (BSO) dalam pelantikan bersama di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Sabtu (7/2/2026).
Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperluas peran pengusaha muda di berbagai sektor strategis sekaligus memperkuat struktur internal HIPMI Jabar.
Daftar BSO yang Dikukuhkan
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama.
BSO yang resmi dikukuhkan meliputi:
- HIPMI Syariah
- HIPMI Tek
- HIPMI Institute
- HIPMI Kajian Strategis
- HIPMI Kuliner
- HIPMI Otomotif
- HIPMI Perguruan Tinggi
- HIPMI Padel
- HIPMI Stock atau Pasar Modal
Melalui pembentukan BSO, organisasi membuka ruang yang lebih spesifik bagi anggota untuk mengembangkan program berbasis minat dan keahlian sektoral.
Struktur Lebih Fleksibel dan Responsif
Radityo menjelaskan bahwa kebutuhan organisasi yang semakin dinamis menuntut pendekatan lebih tematik dan fleksibel.
Menurutnya, tidak semua potensi anggota dapat diakomodasi dalam struktur utama, sehingga BSO hadir sebagai unit strategis untuk mempercepat implementasi program.
"Melalui BSO, program kerja bisa disusun lebih tajam dan relevan karena berbasis bidang masing-masing," ujarnya.
Ia menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal fase kerja yang menuntut kolaborasi dan adaptasi.
Optimalkan Potensi Jawa Barat
Radityo menyoroti besarnya potensi Jawa Barat yang didukung bonus demografi, ketahanan UMKM, serta dominasi generasi muda produktif.
Potensi tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi program konkret yang berdampak pada perekonomian daerah.
"Potensi besar ini tidak boleh berhenti sebagai gagasan. Harus menjadi program yang manfaatnya dirasakan masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus menjadikan keberagaman latar belakang sebagai kekuatan organisasi.
Jaga Integritas dan Reputasi Organisasi
Dalam konteks internal, Radityo menekankan pentingnya integritas, penghormatan terhadap nilai organisasi, serta kesiapan belajar dari para senior.
Menurutnya, reputasi HIPMI harus dibangun melalui kontribusi nyata, bukan sekadar pencitraan.
"HIPMI Jawa Barat harus dikenal karena karyanya, bukan hanya gaya," katanya.
Proyeksi Ekonomi 2026
Ketua Pelaksana kegiatan, Rizqy Ghassani, menyebut pelantikan dihadiri sekitar 150 undangan dari pengurus dan mitra strategis.
Dalam kesempatan tersebut, HIPMI Jabar juga menyampaikan proyeksi ekonomi Jawa Barat tahun 2026 yang diperkirakan tumbuh pada kisaran 2–3 persen.
Optimisme ini didukung sejumlah faktor, antara lain:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- Ketahanan sektor UMKM
Dengan penguatan struktur melalui BSO, HIPMI Jabar berharap dapat berkontribusi lebih konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Barat."