Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

HIPMI Jawa Barat Perkuat Ekosistem Pengusaha Muda Lewat Pengukuhan Badan Semi Otonom

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

HIPMI Jabar mengukuhkan sembilan BSO untuk memperkuat peran pengusaha muda 2026. Organisasi optimistis ekonomi Jabar tumbuh 2–3 persen didukung UMKM dan program pemerintah.

HIPMI Jawa Barat Perkuat Ekosistem Pengusaha Muda Lewat Pengukuhan Badan Semi Otonom

HIPMI Jabar Kukuhkan BSO, Perkuat Peran Pengusaha Muda 2026

KOTA BANDUNG — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Barat mengukuhkan kepengurusan Badan Semi Otonom (BSO) dalam pelantikan bersama di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Sabtu (7/2/2026).

Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperluas peran pengusaha muda di berbagai sektor strategis sekaligus memperkuat struktur internal HIPMI Jabar.

Daftar BSO yang Dikukuhkan

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama.

BSO yang resmi dikukuhkan meliputi:

Melalui pembentukan BSO, organisasi membuka ruang yang lebih spesifik bagi anggota untuk mengembangkan program berbasis minat dan keahlian sektoral.

Struktur Lebih Fleksibel dan Responsif

Radityo menjelaskan bahwa kebutuhan organisasi yang semakin dinamis menuntut pendekatan lebih tematik dan fleksibel.

Menurutnya, tidak semua potensi anggota dapat diakomodasi dalam struktur utama, sehingga BSO hadir sebagai unit strategis untuk mempercepat implementasi program.

"Melalui BSO, program kerja bisa disusun lebih tajam dan relevan karena berbasis bidang masing-masing," ujarnya.

Ia menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal fase kerja yang menuntut kolaborasi dan adaptasi.

Optimalkan Potensi Jawa Barat

Radityo menyoroti besarnya potensi Jawa Barat yang didukung bonus demografi, ketahanan UMKM, serta dominasi generasi muda produktif.

Potensi tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi program konkret yang berdampak pada perekonomian daerah.

"Potensi besar ini tidak boleh berhenti sebagai gagasan. Harus menjadi program yang manfaatnya dirasakan masyarakat," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus menjadikan keberagaman latar belakang sebagai kekuatan organisasi.

Jaga Integritas dan Reputasi Organisasi

Dalam konteks internal, Radityo menekankan pentingnya integritas, penghormatan terhadap nilai organisasi, serta kesiapan belajar dari para senior.

Menurutnya, reputasi HIPMI harus dibangun melalui kontribusi nyata, bukan sekadar pencitraan.

"HIPMI Jawa Barat harus dikenal karena karyanya, bukan hanya gaya," katanya.

Proyeksi Ekonomi 2026

Ketua Pelaksana kegiatan, Rizqy Ghassani, menyebut pelantikan dihadiri sekitar 150 undangan dari pengurus dan mitra strategis.

Dalam kesempatan tersebut, HIPMI Jabar juga menyampaikan proyeksi ekonomi Jawa Barat tahun 2026 yang diperkirakan tumbuh pada kisaran 2–3 persen.

Optimisme ini didukung sejumlah faktor, antara lain:

Dengan penguatan struktur melalui BSO, HIPMI Jabar berharap dapat berkontribusi lebih konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Barat."