Harga Sembako Bandung Terus Membaik Sepanjang 2026, cabai Turun Tajam
Harga cabai dan minyak goreng di Bandung mulai turun sepanjang 2026. Disdagin optimistis pasar tetap stabil dan gencarkan program pasar murah September mendatang.

Stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bandung menjadi sorotan positif sepanjang paruh pertama 2026. Pemerintahan Kota melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) mencatat sejumlah komoditas strategis justru mengalami penurunan harga, memberikan angin segar bagi masyarakat kota kreatif ini.
Kondisi Harga Komoditas Strategis di Pasaran
Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengungkapkan hasil pemantauan harga menunjukkan tren yang menggembirakan. Cabai rawit merah atau cabai domba kini berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, menurun signifikan dibanding periode sebelumnya.
Baca Juga: FB (19) di Kuningan Diduga Bunuh dan Buang Bayinya Karena Takut Aib Kehamilan
"Alhamdulillah harga barang kebutuhan pokok masih relatif stabil. Bahkan beberapa komoditas cenderung mengalami penurunan, seperti cabai rawit merah dan cabai merah tanjung," jelas Meiwan Kartiwa saat dikonfirmasi pada Sabtu (20/6/2026).
Tidak hanya cabai rawit, cabai merah tanjung juga turut turun dan kini diperdagangkan di kisaran Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Kondisi ini berbeda drastis dengan sayuran yang masih mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca.
Daging dan Minyak Goreng Stabil
Untuk sektor protein hewani, harga daging ayam ras masih terjaga di bawah harga acuan pemerintah, yakni sekitar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Sementara itu, daging sapi dijual bervariasi mulai dari Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kualitas potongan.
Baca Juga: Bulan Purnama Sturgeon Puncaknya 28 Agustus 2026
"Harga daging sapi berbeda-beda karena kualitasnya juga berbeda. Ada yang tanpa lemak, bagian khas dalam, khas luar maupun paha sehingga harganya bervariasi," terang Meiwan.
Mengenai minyak goreng, Disdagin sempat mencatat kenaikan harga beberapa waktu lalu. Namun saat ini pasar sudah kembali stabil dan tidak menunjukkan tren kenaikan baru.
Program Pasar Murah Jadi Strategi Jitu
Di samping pemantauan harga, Disdagin Kota Bandung gencar menjalankan program pasar murah sebagai upaya membantu masyarakat mengakses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap triwulan.
Pada triwulan kedua, pasar murah telah dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha. Pemerintah kota bakal kembali menggelar kegiatan serupa pada triwulan ketiga sekitar September 2026 mendatang.
Dampak Positif bagi Masyarakat Bandung
Stabilitas harga ini memberikan dampak nyata bagi daya beli masyarakat. Dengan cabai yang melandai dan harga pokok lainnya yang terkendali, konsumsi rumah tangga diharapkan dapat lebih optimal.Program pasar murah yang dijadwalkan berkelanjutan juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah kota terhadap kesejahteraan warganya.
Bagi masyarakat Bandung yang ingin memantau perkembangan harga secara berkala, Disdagin secara rutin melakukan monitoring setiap akhir pekan di pasar tradisional maupun toko ritelmodern.