Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Hardiknas 2026: Gus Hasan Basri Dorong Pendidikan Berbasis Nilai Keimanan dan Akhlak di Bekasi

Jabar · Oleh ·

Gus Hasan Basri, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PKB, menyerukan pendidikan berbasis nilai keimanan dan akhlak mulia dalam momentum Hardiknas 2026.

Hardiknas 2026: Gus Hasan Basri Dorong Pendidikan Berbasis Nilai Keimanan dan Akhlak di Bekasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, bukan hanya menjadi acara seremonial, melainkan momentum krusial untuk merefleksikan arah pembangunan pendidikan holistik di Indonesia. Khususnya di Kabupaten Bekasi, anggota Komisi IV DPRD dari Fraksi PKB, Hasan Basri yang akrab disapa Gus Hasan, menyampaikan pandangan tegas tentang pentingnya pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keimanan serta akhlakul karimah.

Konteks Tema Pendidikan Berkarakter

Dalam konteks Hardiknas 2026, Gus Hasan menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual peserta didik, tetapi juga pembentukan karakter yang kokoh berbasis nilai-nilai religius. Menurutnya, tujuan utama pendidikan adalah memanusiakan manusia secara utuh, baik dari sisi lahir maupun batin, sehingga generasi muda yang lahir nantinya tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan kedalaman spiritual.

Sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, ia menilai bahwa sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah sangat penting dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang seimbang antara capaian akademik dan pembentukan karakter.

Prinsip Pendidikan yang Seimbang: Ilmu dan Akhlak

Gus Hasan menekankan bahwa tanpa keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak, pendidikan akan kehilangan arah dan makna. Ia menyampaikan pernyataan tegas:

"Pendidikan harus menjadi jalan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan tanggung jawab. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah, sementara akhlak tanpa ilmu akan kehilangan kekuatan."

Ia menegaskan bahwa pendidikan harus tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral yang dapat membentuk perilaku dan sikap peserta didik menjadi individu yang bertanggung jawab dan beradab.

Peran Generasi Muda dan Guru sebagai Sosok Teladan

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bekasi, Gus Hasan juga mengajak generasi muda untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana ibadah dan pengabdian kepada bangsa serta agama. Ia menekankan bahwa semangat belajar harus dilandasi niat yang tulus demi kemaslahatan umat, bukan hanya untuk keuntungan pribadi.

Ia juga kembali mengutip ajaran luhur Ki Hajar Dewantara, yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Salah satu poin penting yang disampaikan Gus Hasan adalah peran guru sebagai sosok teladan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membimbing akhlak dan spiritualitas peserta didik. Ia menegaskan bahwa guru adalah pewaris tugas para nabi, sehingga perhatian terhadap kesejahteraan dan peningkatan kapasitas guru harus menjadi prioritas bersama. Ia menambahkan:

"Guru adalah pewaris tugas para nabi, yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan. Maka, sudah sepatutnya kita memberikan penghormatan dan dukungan terbaik bagi mereka."

Harapan dan Ajakan Bersama untuk Masa Depan Pendidikan

Dalam momentum Hardiknas 2026 ini, Gus Hasan berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, serta berlandaskan nilai-nilai religius yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan peradaban, yang tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga memperkuat moralitas dan spiritualitas generasi penerus demi terwujudnya Kabupaten Bekasi yang religius, maju, dan bermartabat.