Hardiknas 2026: Arif Dianto Dorong Pendidikan Berbasis Kompetensi
Ketua Umum NHRI Arif Dianto menekankan pentingnya pendidikan berbasis kompetensi di momentum Hardiknas 2026 untuk mencetak SDM unggul yang siap bersaing global, serta memanggil kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Dokumentasi peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di wilayah Jawa Barat
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi momentum krusial untuk merefleksikan peran strategis pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di kancah global. Acara ini juga menjadi platform untuk menyampaikan arah baru dalam pengembangan sistem pendidikan di Indonesia.
Peran Pendidikan dalam Mewujudkan SDM Unggul
Di tengah dinamika ekonomi dan teknologi yang terus berkembang, dunia kerja semakin menuntut tenaga kerja yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, karakter kuat, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Hal ini menjadi dasar utama pernyataan Ketua Umum Nasional Human Resources Indonesia (NHRI), Arif Dianto, S.H., dalam acara peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Bekasi.
Arif Dianto: Transformasi Pendidikan Berbasis Kompetensi
Arif Dianto menegaskan bahwa pendidikan Indonesia perlu bertransformasi dari sistem yang berorientasi pada hafalan dan nilai akademis semata, menuju pendekatan yang berfokus pada penguatan kompetensi relevan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, pendidikan harus mampu menjembatani kesenjangan antara potensi generasi muda dan tuntutan dunia kerja, sehingga lulusan tidak hanya siap terjun ke dunia profesional, tetapi juga memiliki daya inovasi, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir kritis.
"Pendidikan harus mampu menjembatani kebutuhan industri dengan potensi generasi muda. Kita membutuhkan SDM yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya inovasi, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir kritis,"
ujar Arif Dianto dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa tantangan global saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi global, sehingga pendidikan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan ini.
Kolaborasi Antar Elemen untuk Ekosistem SDM Berkelanjutan
Selain menekankan pentingnya pendidikan berbasis kompetensi, Arif Dianto juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan. Kolaborasi ini melibatkan dunia pendidikan, pelaku industri, dan lembaga pelatihan, dengan program-program seperti:
- Magang terintegrasi antara sekolah/universitas dengan industri
- Pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja
- Sertifikasi profesional yang diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional
Menurutnya, sinergi antara berbagai elemen ini akan memastikan bahwa setiap lulusan pendidikan Indonesia memiliki keterampilan yang relevan dan siap menghadapi tantangan global.
Harapan untuk Masa Depan Bangsa
Arif Dianto juga mengajak generasi muda untuk meneladani semangat Ki Hajar Dewantara, pendiri pendidikan Indonesia yang berfokus pada pembentukan potensi manusia secara utuh dan berorientasi pada kemerdekaan. Ia berharap bahwa momentum Hardiknas 2026 akan menjadi titik akselerasi dalam membangun generasi unggul yang produktif, inovatif, dan berintegritas tinggi, demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing di kancah internasional. Dengan fokus pada pendidikan berbasis kompetensi dan kolaborasi antar elemen, diharapkan Indonesia dapat mencetak SDM yang mampu menghadapi tantangan global dan membawa kemajuan bagi bangsa.