Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gus Ipul Buka Open House 1 Tahun Sekolah Rakyat di 182 Titik, Siswa Tampilkan Produk Sabun dan Kerajinan

Jabar · Oleh ·

Open house satu tahun Sekolah Rakyat dibuka Gus Ipul di SRMA 13 Bekasi, showcase produk keterampilan siswa dari sabun hingga kerajinan yang menunjukkan dampak ekonomi program bagi 44.000 anak kurang mampu

Gus Ipul Buka Open House 1 Tahun Sekolah Rakyat di 182 Titik, Siswa Tampilkan Produk Sabun dan Kerajinan

SRMA 13 Bekasi berubah menjadi showcase keterampilan pada Sabtu (17/10/2026). Mulai dari sabun, kerajinan tangan daur ulang, hingga miniatur kapal pemadam kebakaran, produk hasil belajar para siswa dipamerkan dalam acara open house satu tahun Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hadir langsung ke sekolah ini untuk membuka secara simbolis perayaan seremonial yang berlangsung paralel di 182 titik se-Indonesia. Turut hadir Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang mengikuti secara daring dan luring.

Sekolah Rakyat memang tidak hanya soal ruang kelas. Gus Ipul menegaskan program ini menggabungkan pendidikan formal dengan rehabilitasi sosial. Para siswa tidak sekadar belajar ilmu umum, tetapi juga mendapat pelatihan keterampilan hidup.

Baca Juga: Kang Edo Dorong Polisi Tindak Peredaran Tramadol dan Eksimer di Cikarang Selatan

"Sekolah rakyat tak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga menghadirkan rehabilitasi sosial," kata Gus Ipul dalam acara tersebut. "Tak sekadar mengajarkan ilmu, tetapi juga membangun karakter, memulihkan kepercayaan diri, dan menumbuhkan harapan."

Hampir seluruh siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan keterbatasan. Sebagian pernah putus sekolah, kehilangan kepercayaan diri, bahkan nyaris kehilangan harapan. Data menunjukkan sudah lebih dari 44.000 anak tersebar di 182 titik yang tersebar di 34 provinsi.

Produk hasil karya para siswa menjadi bukti nyata输出 program. Di sepanjang koridor SRMA 13, pengunjung disuguhi berbagai kerajinan dari bahan daur ulang, sabun racikan sendiri, robotik smart home, miniatur kapal pemadam kebakaran, pojok literasi, hingga produk telur asin. Semua ini menunjukkan anak-anak yang dulu nyaris tidak punya akses pendidikan kini mampu menghasilkan produk yang punya nilai jual.

Baca Juga: Sicario: Day of the Soldado tayang di Bioskop Trans TV Jumat malam, operasi rahasia melawan kartel Meksiko jadi sorotan

Kemampuan para siswa juga ditampilkan di atas panggung. Mereka menampilkan tarian Nusantara, silat, paduan suara, pidato dalam empat bahasa asing, dan pembacaan puisi. Atraksi baris dan yel-yel由 siswa sendiri juga ditampilkan untuk menyambut kedatangan Mensos.

Gus Ipul bersyukur karena salah satu gagasan besar Presiden Prabowo mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Indikator sederhananya adalah penampilan para siswa di panggung yang penuh percaya diri.

"Ada anak yang dulu takut bermimpi karena hidup terlalu sering menghukum," kata Gus Ipul menutup sambutannya dengan puisi. "Dulu mereka hanya berani bermimpi. Kini mereka berani mengejar dan meraihnya sendiri."

Perjalanan masih panjang. Gus Ipul mengakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dan tantangan yang harus dihadapi. Pemerintah membuka pintu seluruh Sekolah Rakyat untuk mengundang kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga sekitar datang melihat langsung.

"Kita mengundang para kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga sekitar untuk datang, melihat, mengenal, dan ikut merasakan kehidupan anak-anak kita di sekolah rakyat," katanya.

Gus Ipul juga memohon doa restu, dukungan, masukan, serta pengawasan untuk menjaga para siswa dan mengantisipasi berbagai risiko. Keberhasilan sekolah rakyat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian semua pihak.

Acara ditutup dengan peninjauan fasilitas sekolah seperti laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi serta kegiatan belajar mengajar. Dipandu Kepala Sekolah SRMA 13 Bekasi Lastri Fajarwati, para undangan diajak melihat langsung suasana belajar di sekolah yang baru berumur satu tahun ini.