Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gerebekan Ribuan Botol Miras Jelang Persib vs Persijap di Tasikmalaya

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Satnarkoba Polres Tasikmalaya menggembek rumah berisi ribuan botol miras jelang laga Persib vs Persijap, setelah menerima laporan warga tentang aktivitas mencurigakan di Desa Deudeul.

Gerebekan Ribuan Botol Miras Jelang Persib vs Persijap di Tasikmalaya

Latar Belakang Operasi

Jelang pertandingan sepak bola Persib Bandung melawan Persijap Jepara, Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Tasikmalaya melakukan operasi penggerebekan terhadap sebuah rumah kosong di Desa Deudeul, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Hasil operasi ini mengungkap ribuan botol minuman keras (miras) yang disembunyikan di dalam lokasi.

Polisi menerima laporan dari masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di area rumah kosong tersebut. Warga melaporkan adanya sejumlah motor yang terparkir rapat di halaman rumah kosong pada malam hari, yang menandakan adanya transaksi yang tidak biasa. Setelah menyelidiki laporan tersebut, tim Satnarkoba melakukan penyamaran sebagai pembeli untuk memastikan kebenaran informasi sebelum melakukan penggerebekan.

Pernyataan Resmi Kapolres Tasikmalaya

Dalam keterangan persnya, Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi peredaran miras dan zat adiktif tanpa izin di wilayah hukum Kabupaten Tasikmalaya. Dia menambahkan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif dan represif yang dilakukan jelang laga Persib vs Persijap guna menekan angka kriminalitas, melindungi generasi muda dari bahaya miras, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah yang religius.

"Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran zat adiktif dan minuman keras beralkohol tanpa izin di wilayah hukum Kabupaten Tasikmalaya. Karena, langkah preventif, represif akan genjar dilakukan jelang laga Persib vs Persijap Jepara guna menekan angka kriminalitas dan generasi pemuda bebas dari miras serta menjaga Tasikmalaya religius dan aman," ujar Wahyu Pristha Utama, Selasa (19/5/2026).

Wahyu juga menegaskan komitmen penuh polisi memberantas peredaran narkoba dan miras, mengingat hal ini berkaitan dengan masa depan generasi muda dan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dia menambahkan bahwa miras dapat memicu berbagai masalah sosial, termasuk tindak kriminalitas jalanan, kecelakaan lalu lintas, dan perkelahian antar warga.

Detail Operasi dari Kepala Satnarkoba

Kepala Satnarkoba Polres Tasikmalaya, AKP Mustaram, memberikan detail lebih lanjut tentang operasi ini. Dia mengatakan bahwa tim melakukan penyamaran sebagai pembeli untuk mendapatkan bukti yang kuat sebelum melakukan penggerebekan. Setelah mendapatkan informasi yang cukup, tim langsung memasuki rumah kosong tersebut dan menemukan ribuan botol miras yang disembunyikan di dalam kamar tidur. Menurut Mustaram, pemilik rumah kosong yang hanya dikenal dengan inisial NU mengakui bahwa miras tersebut disimpan di lokasi tersebut untuk dijual melalui sistem cash on delivery (COD) jelang laga Persib vs Persijap Jepara. Dia menambahkan bahwa NU berencana menjual miras kepada penonton yang datang menyaksikan pertandingan, dengan harapan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Tujuan Operasi Jelang Acara Sepak Bola

Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya polisi untuk menciptakan situasi kondusif selama pertandingan sepak bola yang dihadiri oleh ribuan penonton. Dengan menggembung peredaran miras, polisi berharap dapat mengurangi risiko masalah sosial yang terkait dengan konsumsi alkohol, seperti kerusuhan, kecelakaan lalu lintas, dan pelanggaran hukum lainnya. Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk memberikan pesan yang jelas bahwa polisi tidak akan mentolerir aktivitas ilegal di wilayahnya, terutama selama acara besar yang menarik perhatian banyak orang.

Langkah Selanjutnya dan Imbauan Masyarakat

Polisi telah mengamankan semua barang bukti dari operasi ini, termasuk ribuan botol miras. Pelaku yang terlibat dalam kasus ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Satnarkoba. Selain itu, polisi juga akan memberikan penyuluhan khusus dan pembinaan kepada pelaku tentang regulasi peredaran miras dan zat adiktif. Polres Tasikmalaya juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Mereka menegaskan bahwa laporan dari masyarakat sangat penting untuk membantu polisi memberantas peredaran narkoba dan miras, serta menciptakan komunitas yang aman dan sehat.

"Barang bukti sudah diamankan termasuk pelaku tengah menjalani pemeriksaan dan kami akan memberikan penyuluhan khusus maupun pembinaan mengenai regulasi. Karena, miras berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan sosial, kami mengimbau agar masyarakat proaktif dan tidak segan melaporkan segala bentuk mencurigakan supaya tercipta situasi kondusif," katanya.

Polisi juga menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan patroli dan operasi rutin untuk memastikan bahwa tidak ada peredaran miras dan zat adiktif di wilayah Tasikmalaya, baik sebelum maupun setelah pertandingan sepak bola.

Dengan adanya operasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya miras dan berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan bahwa polisi serius dalam memberantas aktivitas ilegal, terutama selama acara besar yang menarik perhatian banyak orang.