Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Genjot PAD, Ini Strategi Pemkot Bandung Perkuat Pariwisata Lokal

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemkot Bandung menargetkan pertumbuhan pariwisata 20% untuk menguatkan ekosistem industri dan PAD. Fokus pada infrastruktur, pengelolaan sampah, serta pengembangan MICE, sport tourism, dan wisata religi untuk pariwisata berkelanjutan.

Genjot PAD, Ini Strategi Pemkot Bandung Perkuat Pariwisata Lokal

Pemkot Bandung Dorong Pertumbuhan Pariwisata 20 Persen, Targetkan PAD Berkelanjutan

Bandung, Jawa Barat – Pemerintah Kota Bandung secara ambisius menargetkan pertumbuhan sektor pariwisata sebesar 20 persen. Langkah ini bukan hanya bertujuan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan sebagai strategi fundamental untuk membangun ekosistem industri pariwisata yang kuat dan saling menguntungkan antara pelaku usaha, wisatawan, dan pemerintah daerah.

Meskipun peningkatan PAD menjadi dampak yang diharapkan, fokus utama kebijakan ini adalah penguatan kapasitas industri dan realisasi potensi pariwisata secara menyeluruh. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa arah pengembangan pariwisata Kota Bandung tidak semata mengejar peningkatan PAD dalam jangka pendek, melainkan menumbuhkan industri sebagai fondasi utama yang berkelanjutan.

"Kita harus membesarkan dulu kapasitas dan realisasi potensi pariwisata itu. Setelah industrinya kuat, barulah kita melihat bagaimana melakukan channeling agar hasilnya bisa masuk sebagai PAD," ujar Farhan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).

Strategi Pertumbuhan dan Implikasinya

Target pertumbuhan 20 persen dianggap realistis dan strategis untuk menciptakan efek berantai. Dengan capaian ini, diharapkan sektor pariwisata akan merasakan peningkatan aktivitas usaha, kunjungan wisatawan yang melonjak, dan pada akhirnya pemerintah daerah akan memperoleh manfaat mulai dari PAD hingga penguatan sektor budaya dan ekonomi kreatif.

Namun, Farhan juga mengingatkan bahwa lonjakan kunjungan wisata membawa konsekuensi serius terhadap daya dukung kota. Oleh karena itu, evaluasi tahap awal akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur, terutama dalam beberapa bulan ke depan. Salah satu perhatian utama adalah penanganan sampah, yang kerap meningkat tajam saat terjadi lonjakan pengunjung.

Tantangan Pengelolaan Sampah dan Dampak Konsumsi

Farhan mengungkapkan adanya peningkatan volume sampah organik yang mulai terdeteksi di sejumlah pasar induk. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya konsumsi bahan pangan, yang tidak hanya diserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga oleh aktivitas industri pariwisata yang terus berkembang. Hal ini menjadi indikator penting akan perlunya peningkatan kapasitas pengelolaan sampah seiring dengan pertumbuhan pariwisata.

Pengembangan Produk Unggulan: MICE, Sport Tourism, dan Wisata Religi

Dalam pengembangan produk unggulan, Kota Bandung tetap mengedepankan konsep Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sebagai kekuatan utama. Selain itu, sport tourism dan wisata religi juga menjadi prioritas. Pemerintah Kota Bandung pun membuka ruang besar bagi penyelenggaraan konvensi dan seminar berskala nasional hingga internasional.

"Kami ingin mengundang akademisi untuk menyelenggarakan seminar dan kegiatan ilmiah di Bandung. Kota ini memiliki salah satu tingkat kepadatan universitas tertinggi, dan itu menjadi modal penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis pengetahuan," jelas Farhan.

Melalui penguatan industri, perbaikan infrastruktur, dan pemanfaatan potensi MICE, Farhan optimis sektor pariwisata Kota Bandung mampu tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Sumber: Diwan, Taofik Achmad Hidayat - Editor: Diwan Sapta - 08 Januari 2026