Generasi Muda Tanam Kesadaran Ekologis di Desa Setialaksana Bekasi
Mahasiswa KKN UBP Karawang gelar program lingkungan dan kesehatan holistik di Desa Setialaksana Bekasi, mulai dari gapura edukasi sampah hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Inisiatif Kreatif Mahasiswa KKN UBP Karawang untuk Lingkungan dan Kesehatan
Di tengah arus modernisasi yang kerap melupakan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, secercah harapan justru datang dari generasi muda yang tidak sekadar menuntut ilmu di kampus, tetapi juga turun langsung menyapa masyarakat di pedesaan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Tahun 2026 menggagas rangkaian program kerja holistik di bidang lingkungan dan kesehatan di Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Inisiatif ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan dirancang sebagai upaya kolektif untuk menanamkan kesadaran ekologis sekaligus membudayakan gaya hidup sehat sejak dari akar masyarakat.
Gapura Edukasi sebagai Pengingat Lembut tentang Bahaya Sampah
Langkah awal yang dilakukan para mahasiswa adalah mendirikan Gapura Edukasi Sampah di tiga titik strategis, yaitu halaman Kantor Desa Setialaksana, pertigaan menuju Jembatan Perbatasan Karawang–Bekasi, dan kawasan depan Posko KKN yang bersebelahan dengan Masjid Miftahul Jannah, Kampung Garon.
Papan informasi berdesain rapi dan informatif ini memuat data penting mengenai rentang waktu yang diperlukan berbagai jenis sampah untuk terurai secara alami. Masyarakat diajak merenung bahwa sampah plastik membutuhkan sekitar 200 tahun, kaleng memakan waktu 150 tahun, sedangkan botol plastik bisa bertahan hingga 400 tahun sebelum akhirnya kembali ke tanah.
Kehadiran gapura ini ternyata menyentuh hati warga. Seorang penduduk setempat bahkan menyampaikan apresiasinya karena mengira fasilitas tersebut merupakan karya aparat desa—sebuah cerminan bahwa kualitas dan estetika yang dihadirkan mahasiswa mampu menyamai standar pembangunan desa yang profesional.
Sosialisasi Komprehensif Empat Pilar Kehidupan Berkelanjutan
Mahasiswa KKN tidak berhenti pada papan edukasi. Mereka menyelenggarakan sosialisasi komprehensif yang mencakup empat pilar utama:
- Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai gaya hidup sehari-hari
- Pengelolaan sampah anorganik agar bernilai guna dan ekonomis
- Penanganan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) rumah tangga secara bijak dan aman
- Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam keseharian
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan interaktif ini mendapat penguatan akademis dari Dosen Pembimbing Lapangan, Apt. Sudrajat Sugiharta, M.Farm. Tidak kurang dari kader Posyandu, ibu hamil, lansia, dan anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi—sebuah potret harmoni antara generasi dan ilmu pengetahuan.
Layanan Kesehatan Gratis: Bukti Nyata Sinergi Ilmu dan Kasih Sayang
Istimewanya, di tengah sosialisasi, masyarakat juga disuguhi pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi:
- Pengukuran tekanan darah
- Kadar gula darah
- Kadar kolesterol
- Kadar asam urat
Setiap hasil pemeriksaan direspons dengan pemberian obat yang sesuai, sebagai bentuk pelayanan yang tidak hanya informatif tetapi juga solutif bagi kesehatan masyarakat desa.
Ekonomi Kreatif: Menghidupkan Nilai dari Barang Tak Terpakai
Sebagai penutup yang inspiratif, para mahasiswa membagikan merchandise hasil daur ulang barang bekas. Bukan sekadar cendera mata, langkah ini merupakan percontohan nyata bahwa sampah dapat disulap menjadi produk bernilai jual dan bermanfaat.
Inisiatif ini diharapkan mampu menggugah semangat kewirausahaan berbasis lingkungan di kalangan warga, sekaligus membuktikan bahwa keberlanjutan ekonomi dan ekologi dapat berjalan beriringan.
Harapan: Desa Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan
Dengan seluruh rangkaian program yang telah dilaksanakan, mahasiswa KKN UBP Karawang menyampaikan harapan agar masyarakat Desa Setialaksana tidak sekadar menerima pengetahuan, melainkan menjadikannya sebagai kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran bersama.
Mereka berharap langkah kecil ini mampu memicu perubahan besar—terciptanya desa yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga sehat dalam perilaku, serta lestari dalam pengelolaan sumber daya alam.
Program ini menjadi pengingat bahwa perubahan sejati selalu dimulai dari kepedulian, dan kepedulian sejati selalu dimulai dari pendidikan yang membumi.