Gen Z Bandung Gagas Deteksi Dini Buta Warna, Upaya Cegah Anak Kesulitan Belajar
Gen Z Bandung gagasan Nayan Project deteksi dini buta warna untuk pelajar.ACI kolaborasi RS Mata Cicendo targetkan ratusan anak sekolah.

Urgensi Deteksi Dini Buta Warna di Kalangan Pelajar
Deteksi buta warna sejak usia sekolah menjadi langkah krusial untuk memastikan setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi gangguan penglihatan warna lebih awal, sehingga anak memperoleh pendampingan yang tepat dalam proses belajar.
Kesadaran akan pentingnya skrining juga perlu terus ditingkatkan. Kondisi ini kerap baru diketahui saat anak memasuki jenjang pendidikan tertentu atau mengikuti seleksi pekerjaan, padahal penanganan sejak dini dapat mencegah berbagai hambatan dalam pengembangan diri.
Nayan Project: Inisiatif Gen Z Bandung untuk Generasi Cerah Indonesia
Komunitas Anak Cerah Indonesia (ACI) kembali melakukan aksi sosial di SDN 177 Cipedes, Sukasari, Kota Bandung, melalui Nayan Project dengan tagline "Deteksi Dini Buta Warna untuk Generasi Cerah Indonesia".
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di SDN 002 Cicadas, Kota Bandung, pada Juni lalu. Dalam program ini, ACI berkolaborasi dengan RS Mata Cicendo dan Panon Mahia Nusa untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang buta warna melalui pendekatan yang menyenangkan, inklusif, dan inspiratif.
"Langkah kecil yang dimulai dari kepedulian dapat menjadi awal lahirnya gerakan yang lebih besar untuk membantu anak-anak memperoleh kesempatan berkembang sesuai dengan potensi mereka."
Kisah di Balik Kepedulian Celine Winarta
Inisiator sekaligus Founder ACI, Celine Winarta, menempuh pendidikan di SMA Jakarta Intercultural School (JIS). Kepeduliannya berawal dari kisah seorang temannya yang mengalami buta warna. Berkat mengetahui kondisinya sejak kecil, temannya tetap dapat belajar dan menjalani kehidupan secara normal karena mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan.
"Berangkat dari kepedulian tersebut, kami ingin membuka akses pemeriksaan bagi lebih banyak anak agar mereka dapat belajar dengan lebih optimal dan merencanakan masa depan sesuai dengan kemampuan serta pilihan yang dimiliki," tegas Celine.
Ia juga melihat belum adanya gerakan yang secara khusus mengangkat isu deteksi dini buta warna di Indonesia. Kondisi itu mendorongnya untuk mengambil inisiatif memulai kegiatan sosial melalui Nayan Project.
Media Sosial sebagai Sarana Kepedulian Sosial
Di tengah anggapan bahwa generasi Z lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain gawai dan berselancar di media sosial, Celine justru memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk membangun kepedulian sosial.
"Media sosial ada sisi positif dan negatifnya. Triknya adalah mengetahui cara menggunakannya. Kalau digunakan dengan cara yang baik, banyak sekali dampak positifnya," tutur remaja yang concern terhadap kebiasaan generasi muda ini.
Data Prevalensi dan Urgensi Penelitian Lebih Lanjut
Celine menyebutkan bahwa prevalensi buta warna di Indonesia sekitar 0,7 persen secara nasional. Namun, berbagai penelitian pada populasi sekolah dan masyarakat menemukan angka antara 2–5 persen dengan dominasi kasus pada anak laki-laki.
"Sebenarnya, prevalensi buta warna secara persentase nasional belum mencerminkan kondisi di lapangan. Maka dari itu, diharapkan dari aksi sosial ini bisa mendapatkan persentase data yang akurat," jelas Celine.
Hasil awal menunjukkan angka gangguan penglihatan warna yang ditemukan bahkan melebihi perkiraan prevalensi regional yang selama ini berada pada kisaran 0,7 hingga 3 persen. Temuan itu dinilai menjadi alasan kuat untuk melakukan penelitian yang lebih luas.
Dampak Nyata Buta Warna terhadap Proses Belajar
Dr. dr. Antonia Kartika Indriati, SpM(K), M.Kes., Direktur Utama RS Mata Pusat Cicendo, Kota Bandung, sekaligus Ketua Asosiasi Rumah Sakit Mata Indonesia (ARSAMI), apresiasi gerakan ACI yang berfokus pada deteksi dini buta warna.
"Kita optimis bahwa anak-anak muda kita memiliki kepedulian terhadap sesama. Semoga ini bisa direplikasi di banyak tempat dan melibatkan lebih banyak anak muda lagi," kata Antonia.
Antonia menegaskan bahwa selama ini pemeriksaan kesehatan mata di sekolah umumnya hanya berfokus pada ketajaman penglihatan. Padahal, kemampuan membedakan warna juga berperan penting dalam proses belajar-mengajar.
"Anak yang mengalami gangguan penglihatan warna bisa kesulitan memahami materi, sehingga sering kali dianggap kurang mampu oleh guru, padahal masalah utamanya adalah tidak dapat membedakan warna."
Dampak gangguan buta warna tidak hanya memengaruhi proses akademik, tetapi juga kondisi psikologis anak. Anak yang tidak mengetahui kondisinya sejak dini berpotensi kehilangan rasa percaya diri, mengalami tekanan mental, bahkan berisiko mengalami depresi akibat kesulitan mengikuti pembelajaran.
Inspirasi dari Jepang dan Singapura
Celine menyebutkan Jepang dan Singapura sebagai negara di Asia yang dapat menjadi rujukan dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap buta warna. Kedua negara tersebut telah menerapkan pemeriksaan buta warna secara rutin bagi siswa kelas 5 SD dan menjadikannya program wajib di seluruh sekolah.
"Model tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam membangun sistem deteksi dini yang lebih terstruktur," harap Celine.
Target dan Harapan ke Depan
Hingga saat ini, gerakan deteksi dini buta warna yang dijalankan ACI masih membutuhkan dukungan yang lebih besar dari pemerintah. Targetnya, sampai akhir tahun, gerakan ini dapat menjangkau lebih banyak kota sehingga semakin banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan menjalani pemeriksaan buta warna sejak usia sekolah.
"Kami berharap pemeriksaan buta warna tidak lagi bersifat terbatas atau insidental, melainkan dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia sehingga dapat mempersiapkan pendidikan dan masa depan anak sesuai dengan kondisi yang dimiliki," tutup Celine.
Dengan belum adanya data nasional yang komprehensif mengenai prevalensi buta warna pada anak sekolah, kolaborasi antara komunitas, tenaga kesehatan, dan pemerintah diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sistem deteksi dini yang lebih terstruktur.