Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Sukabumi, Tidak Ada Kerusakan Dilaporkan
Gempa tektonik bermagnitudo 3,2 dengan kedalaman 6 km mengguncang Sukabumi pada Selasa (24/2). Tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa hingga saat ini.

Data Detil Gempa Magnitudo 3,2 di Sukabumi
Pada Selasa (24/2) pukul 10.08 WIB, Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat diguncang oleh gempa tektonik bermagnitudo 3,2. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kedalaman hanya 6 kilometer, menjadikannya gempa dangkal yang mudah dirasakan oleh warga di wilayah sekitar. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa gempa tersebut.
Lokasi dan Intensitas Gempa
BMKG merilis detail lokasi episenter gempa pada titik koordinat 6,75 LS dan 106,57 BT, tepatnya berada di darat pada jarak 26 kilometer Timur Laut Kabupaten Sukabumi. Wilayah yang merasakan getaran gempa meliputi Kecamatan Kalapanunggal dan Kabandungan, dengan skala intensitas III MMI di kedua lokasi. Aktivitas gempa ini dikategorikan sebagai akibat pergerakan sesar aktif yang menyebabkan getaran tektonik.
Pengalaman Warga Masyarakat
Salah satu warga yang merasakan getaran adalah Indra Wiguna, ketua RT 16 Kampung Sukamantri, Kecamatan Kalapanunggal. Ia mengaku sedang berada di tempat kerja saat gempa terjadi.
"Ada getaran, tapi tak berguncang hebat. Tapi terasa goyangannya," kata Indra saat ditemui Selasa (24/2).
Indra kemudian sempat pulang ke rumah untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggalnya, dan mengonfirmasi bahwa tidak ada kerusakan apapun akibat gempa.
Pemantauan dan Imbauan dari BPBD Kabupaten Sukabumi
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bahwa personel langsung melakukan pemantauan di lapangan setelah gempa terjadi. Mereka memantau perkembangan di semua 32 kecamatan melalui Grup WhatsApp.
"Sampai saat ini, untuk semua wilayah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, belum ada laporan kerusakan akibat dampak gempa bumi. Situasi dan kondisi wilayah terpantau aman dan kondusif," ujar Daeng.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kerusakan bangunan akibat gempa, melalui jalur ketua RT/RW setempat yang kemudian diteruskan ke kepala desa, camat, hingga pemerintah daerah melalui BPBD. "Jika nanti dilaporkan ada dampak akibat gempa, kami akan informasikan secara berkala," tambahnya.
Imbauan Masyarakat
Gempa dangkal dengan magnitudo 3,2 ini menjadi peringatan bagi masyarakat Jawa Barat tentang aktivitas seismik di wilayah tersebut, meskipun tidak menyebabkan kerusakan signifikan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memahami prosedur evakuasi jika terjadi gempa berulang di masa depan.